Kominfo Kaji Insentif untuk Telkomsel hingga XL, Starlink Dapat?

Instagram/@Starlink_satellites
Logo Starlink
Penulis: Desy Setyowati
20/5/2024, 10.55 WIB

Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo sedang menyiapkan insentif untuk operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, Smartfren hingga XL Axiata. Apakah Starlink juga mendapatkan insentif?

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo Ismail belum memerinci insentif yang akan diberikan kepada operator seluler. Hal ini masih dibahas dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Keuangan alias Kemenkeu.

Insentif diharapkan dapat meningkatkan cakupan layanan dan kualitas koneksi internet, khususnya di daerah-daerah pelosok yang selama ini minim sinyal. “Kecepatan internet yang sebelumnya 20 Mbps bisa naik menjadi 30 Mbps, 40 Mbps, dan seterusnya,” kata Ismail, akhir pekan lalu.

Ia menegaskan bahwa insentif itu bertujuan menyejahterakan masyarakat. “Kami bukan memberikan insentif untuk operator seluler, tetapi untuk kebutuhan masyarakat," Ismail menambahkan.

“Operator akan mendapat 'kemudahan' dari pembayaran yang seharusnya, nanti masyarakat bisa menikmati," kata Ismail.

Kominfo pun berencana mengadakan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz pada Juni. Harapannya, dapat memberikan manfaat maksimal bagi Negara dan memberikan insentif bagi operator seluler.

Pita frekuensi radio 700 MHz memiliki kelebihan dalam memberikan jangkauan layanan seluler 4G dan 5G yang lebih luas. Sementara itu, pita frekuensi radio 26 GHz memiliki kapasitas sangat besar dan cocok dengan implementasi teknologi 5G yang membutuhkan kecepatan internet sangat tinggi dengan latensi atau keterlambatan pengiriman data yang rendah.

Starlink Dapat Insentif?

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, Starlink dibebankan pajak dan biaya lainnya yang ditetapkan untuk operator seluler. Tidak ada insentif khusus untuk perusahaan milik Elon Musk ini.

“Pokoknya, apa yang dibebankan kepada operator seluler di Indonesia, juga dibebankan kepada Starlink,” kata Budi di Badung, Bali, Minggu (19/5). “Tidak ada (insentif khusus).”

Budi juga tidak memerinci apakah Starlink termasuk yang akan mendapatkan insentif yang kini tengah dibahas oleh Kominfo.

Ia menjelaskan, layanan Starlink dapat membantu Indonesia mengatasi permasalahan internet di daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar. Sebab, Indonesia memiliki tantangan geografis dalam memenuhi kebutuhan akses internet bagi masyarakat.

“Di daerah 3T itu tidak mungkin pakai kabel (fiber optic). Kalau pakai teknologi lain, kurang. Ya sudah, pakai satelit,” ujar Budi.

Pemerintah memfokuskan layanan internet Starlink untuk melayani sektor pendidikan dan kesehatan.

CEO Tesla Inc. sekaligus SpaceX Elon Musk meresmikan peluncuran Starlink di Denpasar, Bali, Minggu siang (19/5). Menteri yang turut hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Reporter: Antara