Instagram melarang anak di bawah umur atau pengguna usia 16 tahun ke bawah menggunakan fitur live streaming. Hal ini tertuang dalam pembaruan keamanan untuk pengguna remaja.
Induk Instagram yakni Meta perkenalkan fitur keamanan tambahan untuk Akun Remaja di Indonesia. VP & Global Head of Safety Meta Antigone Davis menjelaskan, pembaruan ini mencakup:
- Pembatasan terintegrasi untuk Instagram Live dan gambar yang tidak diinginkan di Direct Message (DM)
- Pengguna remaja di bawah 16 tahun memerlukan persetujuan orang tua untuk melonggarkan pengaturan
- Untuk menjaga privasi dan keamanan, akun remaja secara otomatis disetel sebagai akun privat saat mendaftar
- Remaja dibatasi dalam menerima DM dari orang asing
- Remaja tidak diperbolehkan melakukan siaran langsung alias live streaming yang berisiko dieksploitasi
“Fitur live streaming berpotensi dimanfaatkan untuk eksploitasi anak secara online,” kata Davis dalam acara Peluncuran Cerdas Digital 2025 di Jakarta Selatan, Rabu (16/4).
Akun Remaja hadir dengan serangkaian perlindungan bawaan, dengan rincian sebagai berikut:
- Pengaturan akun privat secara otomatis untuk pengguna baru berusia di bawah 18 tahun.
- Pembatasan pesan dari orang yang tidak dikenal untuk menghindari potensi pelecehan.
- Kontrol ketat pada konten sensitif yang tidak bisa diubah sendiri oleh remaja.
- Fitur Hidden Words untuk menyaring komentar atau pesan yang berpotensi menyakitkan.
- Mode tidur otomatis dari pukul 22.00 hingga 07.00 untuk meminimalisir gangguan digital.
- Pengingat batas waktu penggunaan aplikasi.
- Larangan siaran langsung (live) bagi pengguna remaja.
Terkait pembatasan usia bagi para pendaftar, Meta menerapkan sistem akun remaja untuk melindungi pengguna di bawah umur. Untuk perlindungan lebih maksimal, ia mendorong adanya verifikasi usia di tingkat toko aplikasi.
“Saat ini, anak bisa mengakses jutaan aplikasi tanpa kontrol orang tua setelah menerima gadget. Jika app store memverifikasi usia dan membagikan data ke aplikasi (dengan izin), perlindungan akan lebih akurat,” kata Davis.