Pemerintah Dikabarkan Siapkan Danantara Kelola Dana Investasi Pengembangan AI
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi dikabarkan telah meluncurkan Buku Putih Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional. Dalam dokumen tersebut, Komdigi mengusulkan pembentukan dana kecerdasan buatan (AI) yang dikelola Danantara Indonesia
Tujuan pembentukan Dana AI untuk menjadikan Indonesia pusat regional teknologi tersebut. Dalam dokumen setebal 179 halaman tersebut, Dana AI berdaulat direncanakan dibentuk pada periode 2027–2029 dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta (PPP).
Meski belum disebutkan besaran dananya, Danantara yang mengelola aset lebih dari US$ 900 miliar, diproyeksikan menjadi pengelola utama. Dikutip dari Reuters pada Selasa (12/8), Komdigi menyiapkan instrumen pembiayaan ini adalah sebagai berikut:
- Terbentuknya Sovereign AI Fund dengan dasar hukum yang jelas
- Tersedianya model skema blended financing untuk proyek KA strategis
Strategi ini juga merekomendasikan peningkatan insentif fiskal bagi investor domestik di sektor AI. Pemerintah juga mengatakan peta jalan ini masih menunggu masukan publik sebelum menjadi final.
Katadata.co.id telah mencoba mengonfirmasi hal itu kepada Danantara Indonesia dan Komdigi, namun hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan.
Dokumen buku putih tersebut memetakan kesiapan komputasi Indonesia, strategi kebijakan AI hingga 2030, serta tantangan seperti minimnya talenta, rendahnya pendanaan riset, kesenjangan konektivitas di luar kota besar, hingga risiko disinformasi dan kebocoran data.
Sejumlah pelaku industri, termasuk Huawei dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), tercatat ikut berkontribusi dalam penyusunan laporan ini.
Melansir Reuters, laporan Boston Consulting Group pada April lalu memperkirakan negara-negara ASEAN berpotensi meraih tambahan kontribusi PDB sebesar 2,3%–3,1% pada 2027 berkat AI, dengan Indonesia berpotensi meraih dampak absolut terbesar.