Kecepatan internet mobile broadband Indonesia meningkat dari 45,01 Mbps pada Agustus menjadi 50,77 Mbps per November 2025. Tanah Air unggul dibandingkan Kamboja dan Laos di Asia Tenggara.
Indonesia menempati urutan tiga terbawah di Asia Tenggara dalam hal kecepatan internet kategori mobile broadband, dan kedua terbawah untuk fixed broadband.
Fixed broadband adalah jenis layanan internet yang menggunakan infrastruktur fisik seperti kabel serat optik, DSL, atau kabel koaksial untuk menyediakan koneksi internet ke lokasi yang tetap, seperti rumah atau kantor.
Sementara itu, mobile broadband adalah layanan akses internet menggunakan jaringan seluler (wireless) seperti 3G, 4G/LTE hingga 5G, yang memungkinkan perangkat bergerak seperti smartphone, tablet, modem seluler terhubung ke internet.
Data kecepatan internet mobile broadband negara-negara di Asia Tenggara pada Agustus dan November 2025 sebagai berikut:
Sedangkan data fixed broadband sebagai berikut:
Berdasarkan laporan Speedtest by Ookla pada November 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh di Asia Tenggara dengan median kecepatan unduh internet mobile 50,77 Mbp. Angkanya naik dibandingkan Agustus 2025 45,01 Mbps.
Capaian itu menempatkan Indonesia sedikit di atas Kamboja yang mencatat kecepatan 50,18 Mbps.
Secara global, Speedtest Global Index November 2025 mencatat rata-rata kecepatan internet mobile dunia mencapai 103,01 Mbps untuk unduh, 14,27 Mbps untuk unggah, dengan latensi 24 milidetik.
Sementara itu, kecepatan internet fixed broadband global mencatatkan kecepatan unduh 115,43 Mbps, unggah 58,94 Mbps, dan latensi 9 milidetik.
Peningkatan kecepatan internet mobile ini menunjukkan perbaikan kualitas jaringan seluler nasional, meski tantangan pemerataan dan peningkatan layanan fixed broadband masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia.