Cloudflare sempat terancam diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi, karena belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik alias PSE. Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan raksasa teknologi menjadi salah satu yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu bergerak di bidang keamanan siber, performa internet, dan layanan infrastruktur web yang melayani jutaan pengguna global, termasuk Indonesia. Cloudflare menjadi salah satu dari 25 PSE Lingkup Privat yang telah menerima pemberitahuan resmi mengenai kewajiban pendaftaran PSE pada 17 November 2025.

Cloudflare sudah melakukan audiensi dengan Kementerian Komdigi pada 25 November 2025. Namun hingga saat ini perusahaan belum juga mendaftar sebagai PSE.

Kementerian Komdigi kemudian menerbitkan 61 peringatan kepada PSE untuk melakukan registrasi. “Kami masih menunggu satu lagi mungkin yang belum melakukan pendaftaran sampai saat ini, Cloudflare,” kata Menteri Komdigi Meutya Hafid dalam rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (26/1).

Meutya mengatakan Kementerian Komdigi akan memperketat pengawasan PSE dan penyelenggara sertifikasi elektronik (PSRE) tahun ini. “Ini sebagai instrumen utama penguatan tata kelola ruang digital hingga Desember 2025 tercatat 3.805 PSE sudah mendaftar,” katanya.

Di satu sisi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Nvidia, Amazon Web Service, Docusign, Crowdstrike, dan Cloudflare tertarik berinvestasi di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan para pimpinan perusahaan digital asal Amerika Serikat di sela-sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss pada Kamis (23/1).

Bertempat di Indonesia Pavilion, Airlangga membahas soal potensi investasi yang dapat dilakukan bersama sejumlah perusahaan digital asal AS itu. Perusahaan yang tertarik yakni Nvidia, Amazon Web Service, Docusign, Crowdstrike, dan Cloudflare.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti