Netflix batal mengakuisisi Warner Bros. Perusahaan akan mendapatkan US$ 2,8 miliar atau Rp 47 triliun (kurs Rp 16.786 per US$) dari Warner Bros untuk pembatalan kesepakatan.
Dewan Warner Bros. Discovery (WBD) menyetujui tawaran revisi dari Paramount Skydance pada Kamis (26/2) waktu setempat.
Awal pekan ini, Paramount menaikkan tawarannya untuk membeli seluruh WBD menjadi US$ 31 per saham, naik dari sebelumnya US$ 30 per lembar, secara tunai.
Hal itu menggantikan kesepakatan antara Warner Bros dan Netflix untuk menjual studio dan bisnis streaming perusahaan media tradisional dengan harga US$ 27,75 per saham.
Netflix telah memberi Warner Bros waktu tujuh hari untuk kembali bernegosiasi dengan Paramount, yang menghasilkan tawaran yang lebih tinggi. Tawaran Paramount mencakup keseluruhan WBD, termasuk jaringan TV berbayarnya, seperti CNN, TBS, dan TNT.
Netflix diberi waktu empat hari kerja untuk melakukan perubahan pada proposal, mengingat tawaran Paramount yang lebih unggul.
Dalam keterangan pers, Netflix memilih untuk membatalkan kesepakatan. Co-CEO Ted Sarandos dan Greg Peters mengatakan, transaksi yang perusahaan negosiasikan akan menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan jalur yang jelas menuju persetujuan regulasi.
"Namun, kami selalu disiplin, dan dengan harga yang dibutuhkan untuk menyamai tawaran terbaru Paramount Skydance, kesepakatan tersebut tidak lagi menarik secara finansial, sehingga kami menolak untuk menyamai tawaran Paramount Skydance," kata keduanya dikutip dari keterangan pers, Jumat (27/2).
Keduanya menyatakan bahwa kesepakatan yang Netflix buat akan memperkuat industri hiburan, serta melestarikan dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja produksi di Amerika Serikat. "Namun, transaksi ini selalu merupakan hal yang 'baik untuk dimiliki' dengan harga yang tepat, bukan 'harus dimiliki' dengan harga berapa pun," kata dia.
Keduanya menyampaikan Netflix akan menginvestasikan sekitar US$ 20 miliar untuk film dan serial berkualitas, serta akan memperluas penawaran hiburan. Sesuai dengan kebijakan alokasi modal, perusahaan juga akan melanjutkan program pembelian kembali saham.
"Kami akan terus melakukan apa yang telah kami lakukan selama lebih dari 20 tahun sebagai perusahaan publik: menyenangkan anggota kami, mengembangkan bisnis kami secara menguntungkan, dan mendorong nilai pemegang saham jangka panjang," kata keduanya.
Kesepakatan dengan Netflix awalnya bernilai sekitar US$ 83 miliar atau Rp 1.278 triliun, yang mencakup pembelian studio Warner Bros. dan layanan streaming HBO Max. Sementara itu, Paramount menawarkan total US$ 111 miliar atau Rp 1.708 triliun untuk mengambil alih seluruh perusahaan, termasuk saluran televisi kabelnya.
Dikutip dari CNBC Internasional, penawaran terbaru Paramount mencakup biaya pembatalan US$ 7 miliar jika penggabungan yang diusulkan tidak mendapatkan persetujuan regulasi. Perusahaan juga setuju untuk membayar biaya pembatalan US$ 2,8 miliar yang harus dibayarkan WBD kepada Netflix.