Militer AS Pakai AI Buatan Anthropic untuk Serang Iran meski Dilarang Trump
Militer AS dilaporkan menggunakan Claude, model AI milik Anthropic, untuk mendukung serangan ke Iran. Padahal Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa jam sebelum serangan, memutuskan untuk menyetop semua hubungan dengan perusahaan kecerdasan buatan ini.
Penggunaan Claude selama pemboman besar-besaran gabungan AS - Israel terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2), dilaporkan pertama kali oleh Wall Street Journal dan Axios.
Komando militer AS menggunakan alat berbasis AI Anthropic untuk tujuan menganalisis data intelijen dalam jumlah besar, serta memilih target dan melakukan simulasi medan perang.
AI ini dipakai di lingkungan perencanaan militer yang terhubung dengan sistem milik Pentagon, meski secara politik penggunaannya tengah dipersoalkan. Sebab saat ini, Trump sudah menginstruksikan untuk berhenti menggunakan produk dari Anthropic dan Pentagon sudah menandatangani kontrak dengan OpenAI.
Anthropic Kesal AI Buatannya Dipakai untuk Perang
Pada Jumat (27/2) atau hanya beberapa jam sebelum serangan Iran dimulai, Trump memerintahkan semua lembaga federal untuk segera berhenti menggunakan Claude. Dia juga mengecam Anthropic di media sosial miliknya Truth Social.
“Anthropic merupakan perusahaan AI sayap kiri radikal yang dijalankan oleh orang-orang yang tidak tahu apa itu dunia nyata,” kata Trump melalui Truth Social, dikutip dari The Guardian, Selasa (3/3).
Perselisihan sengit ini dipicu oleh penggunaan Claude milik Anthropic oleh militer AS dalam serangan untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada Januari.
Anthropic keberatan, dengan merujuk pada ketentuan penggunaannya yang tidak mengizinkan Claude digunakan untuk tujuan kekerasan, pengembangan senjata, atau pengawasan.
Sejak saat itu, hubungan antara Trump, Pentagon, dan Anthropic terus memburuk.
Dalam unggahan panjang di X pada Jumat (27/2), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, menuduh Anthropic sombong dan berkhianat. “Para prajurit Amerika tidak akan pernah disandera oleh keinginan ideologis perusahaan teknologi besar,” kata dia.
Hegseth menuntut akses penuh dan tanpa batasan ke semua model AI Anthropic untuk setiap tujuan yang sah.
Namun, menteri pertahanan juga menyinggung kesulitan dalam melepaskan sistem militer dari alat AI dengan cepat, mengingat betapa luasnya penggunaan alat tersebut. Ia mengatakan bahwa Anthropic akan terus menyediakan layanan selama enam bulan.
“Ini (masih memakai Claude Anthropic) supaya memungkinkan transisi yang lancar ke layanan yang lebih baik dan lebih patriotik,” kata Pete Hegseth.
Sejak putusnya hubungan dengan Anthropic, perusahaan saingan OpenAI telah mengambil alih peran tersebut. CEO OpenAI Sam Altman mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan Pentagon untuk penggunaan perangkat lunak perusahaan, termasuk ChatGPT, dalam jaringan rahasia mereka.