IGRS Diduga Kebobolan, Spoiler Game 007: First Light Bocor

DINAS KOMINFO KAB. KUBU RAYA
Indonesia Game Rating System (IGRS).
Penulis: Rahayu Subekti
Editor: Ahmad Islamy
17/4/2026, 10.27 WIB

Kebocoran dari sistem Indonesia Game Rating System (IGRS) menjadi sorotan. Sistem klarifikasi konten pemainan video atau gim resmi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini diduga kebobolan.

Dugaan ini muncul setelah VGC melaporkan cuplikan gameplay sejumlah game besar yang belum dirilis tersebar luas di internet. Termasuk judul gim yang paling dinanti yaitu 007: First Light.

Insiden ini bermula dari celah keamanan dalam sistem IGRS yang membuat materi pengajuan privat yang seharusnya hanya digunakan untuk proses klasifikasi dapat diakses publik. Mengutip VGC, Senin (13/4), hal tersebut mengakibatkan lebih dari satu jam cuplikan penuh spoiler dari gim garapan IO Interactive itu beredar, bahkan termasuk bagian akhir cerita.

Bagi IO Interactive, insiden ini menjadi pukulan besar. Pasalnya, gim 007: First Light dijadwalkan rilis pada 27 Mei 2026.

Tak hanya itu, kebocoran juga mencakup gameplay dari Echoes of Aincrad milik Bandai Namco yang memperlihatkan sejumlah momen penting dalam alur cerita.

Sementara itu, judul lain seperti Assassin’s Creed: Black Flag dari Ubisoft dan Castlevania: Belmont’s Curse dari Konami juga terdampak, meski cuplikannya belum tersebar luas.

Lebih jauh, laporan yang diterima VGC menyebutkan kebocoran ini juga membuka ribuan alamat email milik pengembang gim. Hal ini memperbesar kekhawatiran soal keamanan data di industri.

Manajer Peringkat Usia di Riot Games, Nic McConnell, ikut buka suara. Ia mengungkapkan bahwa proses di IGRS masih berkembang dan berpotensi memiliki celah.

“IGRS, sejauh yang saya tahu, sedang meninjau setiap pengajuan secara manual (kami membagikan rekaman kami melalui tautan Google Drive yang terkunci dan baru-baru ini menerima permintaan berbagi dari anggota tim IGRS yang berbeda). Saya tidak akan heran jika beberapa tautan dibuka lebih luas entah bagaimana,” tulis McConnell melalui akun media sosial BlueSky.

Ia juga menyoroti keterbatasan sumber daya yang dimiliki IGRS. “Tim di IGRS menurut saya kecil dan diberi tugas besar tanpa sumber daya yang memadai,” katanya.

Katadata.co.id sudah mencoba mengonfirmasi dugaan kebocoran IGRS ini kepada Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi namun belum ada jawaban yang diberikan. Hanya, Kementerian Komdigi berjanji akan memberikan keterangan resminya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti