Hobi Foto Pose Tanda V, Ahli Ungkap Ancaman Risiko Pencurian Sidik Jari
Pose tanda V atau peace selama ini identik dengan gaya santai saat berfoto. Namun di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI, kebiasaan tersebut kini disebut dapat membawa risiko keamanan baru.
Pakar keamanan Cina, Li Chang, memperingatkan sidik jari seseorang berpotensi dicuri hanya dari foto selfie atau foto grup. Terlebih jika pose memperlihatkan jari secara jelas ke arah kamera.
Peringatan itu disampaikan Li Chang dalam sebuah program realitas di Cina. Ia mendemonstrasikan bagaimana teknologi AI mampu mengekstrak detail sidik jari dari foto selebritas yang diunggah secara daring.
“Jika bantalan jari langsung menghadap kamera dan difoto dari jarak sekitar 1,5 meter dari lensa, ada kemungkinan besar informasi sidik jari dapat diekstrak dengan relatif jelas,” kata Chang dikutip dari Inquirer.net, Rabu (20/5).
Menurutnya, foto yang diambil dari jarak 1,5 hingga 3 meter pun masih dapat memperlihatkan sekitar setengah detail sidik jari seseorang.
Kekhawatiran tersebut bukan sekadar teori. Tahun lalu di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Cina, sekelompok pelaku kejahatan dilaporkan mencoba membuka kunci pintu pintar menggunakan foto tangan pemilik rumah yang sebelumnya diunggah secara daring.
Kasus itu memicu kekhawatiran publik, terutama di negara-negara Asia Timur seperti Cina, Korea Selatan, dan Jepang. Hal ini karena pose tangan menjadi bagian umum dalam budaya foto.
Di Korea Selatan misalnya, pose tangan seperti tanda V, simbol hati dengan jari, hingga pose bunga di bawah dagu sangat populer, termasuk di kalangan selebritas.
Hati-hati Mengunggah Foto ke Internet
Laporan mengenai potensi pencurian sidik jari dari foto pun ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet mengaku khawatir karena pose tangan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari saat berfoto.
“Bukankah tanda V pada dasarnya wajib dalam foto grup? Ini menakutkan,” ujar salah satu pengguna Threads.
Meski demikian, para ahli menilai tidak semua foto otomatis berbahaya. Direktur Pusat Penelitian Keamanan Industri Qianxin Pei Zhiyong, mengatakan sidik jari hanya bisa direkonstruksi apabila beberapa kondisi terpenuhi. Hal ini seperti pencahayaan yang baik, fokus tajam, kualitas gambar tinggi, dan posisi jari yang jelas.
Namun, ia tetap menyarankan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat mengunggah foto yang memperlihatkan detail jari ke internet.
“Lebih aman untuk tidak terlalu banyak membagikan foto yang menunjukkan jari Anda secara daring dan menghindari menyimpan sidik jari pada perangkat yang tidak sepenuhnya Anda percayai,” kata Zhiyong.