Komdigi Umumkan Pemenang Lelang 700 MHz Pekan Ini, Era Ekspansi 5G Dimulai
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan hasil seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk penyelenggaraan jaringan bergerak seluler akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan. Pengumuman dilakukan setelah seluruh tahapan lelang dan pemilihan blok frekuensi rampung.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan proses seleksi telah memasuki tahap akhir. Saat ini, tahapan penawaran atau bidding harga telah selesai dilaksanakan.
"Tunggu saja pengumumannya," kata Wayan di Jakarta, Rabu (8/7).
Saat ditanya apakah pemenang lelang sudah ditetapkan, Wayan belum bersedia mengungkapkannya. Ia hanya memastikan hasil seleksi akan diumumkan setelah seluruh tahapan selesai.
"Paling dalam waktu tiga sampai empat hari ke depan. Bisa dicek di website ya," ujarnya.
Sebelumnya, Tim Seleksi Komdigi telah menyelesaikan tahapan lelang harga seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada Selasa (7/7). Berdasarkan siaran pers Komdigi, tiga operator seluler mengikuti lelang pada kedua pita frekuensi tersebut, yakni PT Indosat Tbk, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.
Setelah tahapan lelang harga selesai, proses seleksi berlanjut ke pemilihan blok pita frekuensi yang berlangsung pada 8-10 Juli. Tahap ini mencakup pemilihan blok dan posisi blok frekuensi untuk pita 700 MHz dan 2,6 GHz, sekaligus penentuan desa dan kelurahan yang menjadi kewajiban masing-masing pemenang dalam menyediakan layanan akses internet pita lebar bergerak.
Komdigi menyatakan setelah seluruh tahapan tersebut selesai, hasil seleksi akan dipublikasikan secara terbuka melalui laman resmi kementerian. Pengumuman akan memuat daftar peringkat peserta, besaran harga penawaran masing-masing operator, serta alokasi blok frekuensi yang diperoleh pada setiap objek seleksi.
Kementerian juga menegaskan seluruh proses seleksi dirancang berlangsung transparan, objektif, dan adil guna menghasilkan alokasi spektrum yang mampu mempercepat pemerataan infrastruktur digital nasional.
Lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi salah satu agenda strategis pemerintah pada 2026. Kedua spektrum ini dinilai penting untuk memperluas layanan broadband bergerak, meningkatkan kualitas jaringan, sekaligus mempercepat penggelaran jaringan 5G di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Selain mempercepat implementasi 5G, Komdigi menyebut pemenang lelang juga akan memiliki kewajiban memperluas layanan internet bergerak di desa dan kelurahan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai bagian dari komitmen pemerataan akses digital.
Target Cakupan 5G 80% pada 2030
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan tambahan spektrum frekuensi menjadi fondasi penting pembangunan infrastruktur digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
"Hari ini (Selasa) sebenarnya sedang bidding harga untuk frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Artinya akan masuk ke era 5G. 5G kami sekarang masih di bawah 10%, tapi akan segera naik sampai 80% pada tahun 2030," kata Edwin dalam Indonesia Digital Banking Summit (IDBS) 2026 di Jakarta, Selasa (7/7).
Menurut Edwin, ekonomi digital ke depan tidak lagi hanya ditopang oleh kecepatan perputaran uang, tetapi juga kecepatan data. Karena itu, kesiapan infrastruktur digital menjadi faktor penting agar pertukaran data berlangsung cepat, aman, dan efisien.
Ia menjelaskan ekosistem infrastruktur digital terdiri dari empat lapisan, yakni infrastruktur fisik seperti jaringan broadband, seluler, satelit, dan spektrum frekuensi; infrastruktur virtual berupa pusat data (data center), komputasi awan (cloud computing), serta keamanan siber; platform digital; dan aplikasi seperti layanan perbankan digital maupun teknologi finansial (fintech).
Sebelumnya, Komdigi juga menargetkan kecepatan internet tetap (fixed broadband) dan bergerak di Indonesia dapat mencapai rata-rata 100 Mbps dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu upaya untuk mencapai target tersebut adalah melalui penambahan spektrum frekuensi dan percepatan pembangunan jaringan 5G.
Meski penetrasi internet telah menjangkau sekitar 230 juta penduduk berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), kualitas dan pemerataan jaringan masih menjadi tantangan. Pemerintah berharap penambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas cakupan jaringan di berbagai daerah.