Konten Kuliner Ramai di TikTok, Foodbank Indonesia Dorong Promosi Pangan Lokal

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Penjual memarut batang pohon sagu di Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (17//6/2026). Sagu merupakan pangan lokal khas Maluku dan Papua.
Penulis: Rahayu Subekti
9/7/2026, 14.10 WIB

TikTok melihat tingginya minat masyarakat terhadap konten kuliner sebagai peluang untuk memperkenalkan kekayaan pangan lokal Indonesia yang selama ini belum banyak dikenal. Bersama Foodbank of Indonesia (FOI) dan Kementerian Kesehatan, platform tersebut meluncurkan inisiatif Makan Dengan Makna untuk mendorong masyarakat mengadopsi pola makan sehat berbasis bahan pangan lokal.

Public Policy Lead UGC TikTok Indonesia Richard Anggoro mengatakan banyak pengguna setiap hari membuka TikTok untuk mencari resep maupun tren kuliner. TikTok ingin memanfaatkan minat tersebut untuk mengarahkan pangan lokal yang bergizi.

"Kami melihat jutaan orang setiap hari datang ke TikTok untuk mencari resep maupun tren kuliner. Kami percaya platform ini dapat berperan lebih dari sekadar tempat menemukan resep, tetapi juga membantu menginspirasi kebiasaan makan yang lebih sehat," kata Richard dalam peluncuran program Inisiatif Makan Dengan Makna: Inspirasi Pola Makan Sehat dari Kekayaan Pangan Lokal Indonesia, di Jakarta, Kamis (9/7).

Menurut dia, Indonesia memiliki kekayaan kuliner, bahan pangan lokal, dan komunitas kreator yang besar. Kombinasi tersebut dinilai menjadi modal untuk menyebarkan edukasi gizi secara lebih luas melalui konten yang mudah dipahami masyarakat.

Richard mengatakan kampanye tersebut juga akan mendorong masyarakat mengonsumsi lebih banyak pangan lokal sebagai bagian dari pola makan sehat. "Harapannya, masyarakat tidak hanya meningkatkan kesadaran gizi, tetapi juga lebih menghargai dan memanfaatkan pangan lokal yang ada di sekitar mereka," ujarnya.

Memperkenalkan Kekayaan Pangan Nusantara

Salah satu kreator TikTok yang terlibat dalam program tersebut, Denis Guido juga mengakui kategori makanan menjadi salah satu konten yang paling diminati di TikTok. Menurutnya, tingginya ketertarikan pengguna dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan pangan nusantara.

"Kategori makanan menjadi salah satu yang nomor satu di TikTok. Jadi, masyarakat sebenarnya sudah punya ketertarikan. Tinggal bagaimana kita sebagai ekosistem media sosial mengarahkannya, apakah hanya mengejar yang viral atau juga memperkenalkan pangan lokal," kata Denis.

Ia mengaku selama ini lebih banyak membuat konten yang memperkenalkan proses pengolahan makanan dibanding sekadar menampilkan hasil akhirnya. Pendekatan tersebut dinilai membuat masyarakat lebih memahami nilai gizi sekaligus asal-usul bahan pangan yang mereka konsumsi.

Pengalamannya mengikuti konferensi pangan internasional di Stockholm, Swedia, juga membuatnya menyadari bahwa pangan tradisional Indonesia justru mendapat perhatian dunia. Dalam forum tersebut, sejumlah ilmuwan menilai makanan tradisional, termasuk hidangan khas Indonesia yang kaya sayuran dan bahan alami, sebagai bagian dari sistem pangan masa depan.

Sementara itu, Founder Foodbank of Indonesia Muhammad Hendro Utomo mengatakan Indonesia memiliki sekitar 27 ribu varietas pangan lokal. Selain itu, Indonesia juga memiliki 9 ribu jenis tumbuhan obat.

Namun, Hendro mengatakan banyak di antaranya mulai ditinggalkan karena kurang dikenal masyarakat. “Kalau itu kita jadikan makanan, seharusnya kita lebih sehat," kata Hendro.

Ia mencontohkan sejumlah varietas beras lokal kini semakin sulit ditemukan karena minim permintaan pasar. Akibatnya, petani enggan lagi menanam komoditas tersebut meski memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Menurut Hendro, persoalan utama bukan pada ketersediaan pangan, melainkan rendahnya eksposur terhadap produk-produk lokal. Karena itu, media sosial dinilai dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kembali pangan lokal kepada masyarakat.

"Persepsi menentukan pilihan makanan. Kalau pangan lokal terus diperkenalkan dan dicoba berulang kali, lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan, kemudian menjadi budaya," ujarnya.

Pedoman Informasi Kesehatan

Kementerian Kesehatan menyambut baik kolaborasi dengan TikTok. Hal ini karena dinilai mampu menjangkau generasi muda melalui pendekatan komunikasi yang lebih sesuai dengan keseharian mereka.

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan Niken Wastu Palupi mengatakan pemerintah juga memastikan seluruh informasi kesehatan yang disampaikan para kreator tetap mengacu pada pedoman resmi.

Menurutnya sebelum kerja sama dijalankan, Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan TikTok dan membagikan berbagai pedoman. Ini termasuk panduan mengenai pangan lokal dan resep yang dapat dijadikan rujukan dalam pembuatan konten.

“Pedoman-pedoman ini bisa dijadikan acuan sehingga konten yang dibuat tidak keluar dari regulasi yang ada. Nantinya kami juga akan melakukan review bersama agar informasi yang disampaikan tetap sesuai dengan pedoman," katanya.

Ia menambahkan Kemenkes juga memberikan panduan mengenai resep pangan lokal beserta penggunaan bumbu. Dengan begitu materi yang disampaikan kreator tetap akurat sekaligus mudah dipahami masyarakat.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti