Lelang Frekuensi Selesai, Berikut Peta Persaingan Telkomsel, XLSmart, Indosat

Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Smartfren, Katadata/Desy Setyowati
Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren
Penulis: Rahayu Subekti
13/7/2026, 13.57 WIB

Peta penguasaan spektrum frekuensi tiga operator seluler nasional berubah setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelesaikan seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026. Hasil seleksi diumumkan pada Jumat (10/7), dengan Telkomsel, XLSmart, dan Indosat sama-sama memperoleh tambahan spektrum untuk memperkuat layanan 4G dan 5G.

Tambahan spektrum itu membuat total alokasi frekuensi seluler nasional meningkat dari 452 MHz menjadi 712 MHz. Spektrum baru terdiri atas 70 MHz di pita 700 MHz dan 190 MHz di pita 2,6 GHz.

Berdasarkan paparan Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Komdigi Adis Alifiawan dalam diskusi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) pada Kamis (9/7), sebelum lelang tahun ini layanan mobile broadband memanfaatkan spektrum pada pita 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz dengan total 452 MHz.

Telkomsel Masih Menguasai Spektrum Terbesar

Berdasarkan hasil seleksi, Telkomsel tetap menjadi operator dengan kepemilikan spektrum terbesar.

Sebelum lelang, Telkomsel memiliki total spektrum 165 MHz. Setelah memperoleh tambahan 20 MHz di pita 700 MHz dan 80 MHz di pita 2,6 GHz, total spektrum perusahaan meningkat menjadi 265 MHz.

Telkomsel kini menguasai sekitar 37,2% dari total spektrum seluler nasional.

Di seleksi pita 2,6 GHz, Telkomsel juga menjadi peserta dengan nilai penawaran tertinggi dan memperoleh alokasi blok terbesar, yakni 80 MHz.

XLSmart Bersaing Ketat di Posisi Kedua

XLSmart menjadi operator yang memperoleh tambahan spektrum terbesar di pita 700 MHz, yakni 30 MHz atau 2x15 MHz.

Sebelum lelang, total spektrum XLSmart mencapai 152 MHz. Setelah memperoleh tambahan 30 MHz pada pita 700 MHz dan 50 MHz pada pita 2,6 GHz, total kepemilikan spektrumnya meningkat menjadi 232 MHz atau sekitar 32,6% dari total spektrum nasional.

Dalam seleksi pita 700 MHz, XLSmart menempati peringkat pertama berdasarkan nilai penawaran.

Indosat Memiliki Lebih dari 200 MHz Spektrum

Indosat juga memperoleh tambahan frekuensi di kedua pita. Operator ini sebelumnya memiliki spektrum sebesar 135 MHz.

Setelah memperoleh tambahan 20 MHz pada pita 700 MHz dan 60 MHz pada pita 2,6 GHz, total spektrum Indosat meningkat menjadi 215 MHz atau sekitar 30,2% dari total spektrum seluler nasional.

Pada seleksi pita 2,6 GHz, Indosat menempati peringkat kedua setelah Telkomsel. (Katadata)

Dengan demikian, komposisi kepemilikan spektrum seluler nasional setelah lelang menjadi:

  • Telkomsel: 265 MHz (37,2%)
  • XLSmart: 232 MHz (32,6%)
  • Indosat: 215 MHz (30,2%)

Persaingan Bergeser dari Jumlah Spektrum ke Kualitas Layanan

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai hasil lelang akan membuat persaingan antaroperator semakin menarik. Namun, menurut dia, distribusi kepemilikan spektrum belum otomatis mengubah peta industri telekomunikasi nasional.

Heru menilai XLSmart memiliki keunggulan di pita 700 MHz yang dikenal memiliki jangkauan luas sehingga berpotensi mempercepat perluasan jaringan, terutama di luar wilayah perkotaan. Di sisi lain, Telkomsel tetap unggul dari sisi kapasitas jaringan karena memperoleh alokasi terbesar pada pita 2,6 GHz serta didukung infrastruktur yang telah lebih matang.

"Jadi, menurut saya persaingan ke depan tidak lagi ditentukan oleh siapa memiliki spektrum terbanyak, tetapi siapa yang paling cepat mengubah spektrum menjadi layanan berkualitas dan pengalaman pelanggan yang lebih baik," kata Heru kepada Katadata.co.id, Senin (13/7).

Pemenang Lelang Dibebani Target 4G dan 5G

Meski peta kepemilikan spektrum berubah, hasil lelang ini belum otomatis mengubah posisi para pemain di industri telekomunikasi. Heru Sutadi menilai keunggulan masing-masing operator kini berbeda.

XLSmart memiliki peluang mempercepat perluasan cakupan layanan berkat tambahan pita 700 MHz yang memiliki jangkauan lebih luas, sementara Telkomsel tetap unggul dari sisi kapasitas jaringan setelah memperoleh alokasi terbesar di pita 2,6 GHz. Indosat juga memperoleh tambahan spektrum di kedua pita sehingga memiliki ruang untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringan.

Selanjutnya, tantangan ketiga operator bukan lagi memenangkan lelang, melainkan merealisasikan komitmen pembangunan jaringan yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan pengumuman resmi Tim Seleksi Komdigi, para pemenang wajib menyediakan layanan 4G di 538 desa atau kelurahan yang telah ditetapkan pemerintah. Mereka juga harus menghadirkan layanan 5G dengan cakupan minimal 51% populasi nasional dalam waktu lima tahun.

Dengan demikian, persaingan ke depan akan ditentukan oleh kemampuan masing-masing operator mengubah tambahan spektrum menjadi kualitas layanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti