Kabel Palapa Ring Rusak Imbas Gempa di Kedalaman 3.400 M, Internet Masih Terjaga

Palapa Timur Telematika
Proses pembangunan proyek palapa ring timur menggunakan helikopter
24/7/2026, 08.57 WIB

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi atau BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempercepat perbaikan kabel optik bawah laut Palapa Ring Tengah yang mengalami kerusakan di kedalaman sekitar 3.400 meter. Meski proses restorasi diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Agustus 2026, pemerintah memastikan layanan internet di tiga kabupaten kepulauan di Sulawesi Utara tetap beroperasi melalui dukungan satelit SATRIA-1.

Kerusakan terjadi pada segmen Melonguane-Morotai setelah terdeteksi adanya putus serat optik sebagian atau partial fiber cut. BAKTI menegaskan perbaikan dilakukan sebagai langkah preventif sebelum kabel mengalami putus total yang berpotensi mengganggu layanan telekomunikasi lebih luas.

Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Kementerian Komdigi Darien Aldiano mengatakan pemerintah berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur. "Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia," kata Darien dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (23/7).

Hasil pemantauan teknis menunjukkan kerusakan diduga dipicu aktivitas tektonik setelah gempa bumi bermagnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026. Beberapa gempa susulan yang mengguncang wilayah Melonguane-Morotai juga diduga memperparah kondisi kabel.

Titik kerusakan berada sekitar 95 kilometer dari Terminal Station Morotai di dasar laut dengan kedalaman mencapai 3.400 meter. Lokasi tersebut membuat proses restorasi tidak sederhana karena membutuhkan kapal khusus yang mampu melakukan penyambungan kabel optik di laut dalam atau deep-sea cable laying and jointing.

Gangguan pada jalur Palapa Ring Tengah berdampak terhadap layanan telekomunikasi di tiga kabupaten Provinsi Sulawesi Utara berikut:

Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna)

Kabupaten Kepulauan Talaud (Melonguane)

Kabupaten Kapulauan Siau Tagulandang Biaro/Sitaro (Ondong Siau)

Sebagai langkah mitigasi, BAKTI mengoptimalkan 286 titik akses internet publik yang telah tersedia di tiga wilayah tersebut menggunakan satelit SATRIA-1. Rinciannya terdiri atas 132 titik di Talaud, 106 titik di Sangihe, dan 48 titik di Sitaro.

Tidak hanya mengandalkan satelit, BAKTI juga meningkatkan kapasitas bandwidth di setiap titik layanan menjadi 50 Mbps, 100 Mbps, hingga 150 Mbps sesuai kebutuhan. Layanan tersebut berada di fasilitas publik seperti sekolah, kantor pemerintahan, puskesmas, rumah sakit, hingga pos pertahanan dan keamanan sehingga tetap dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses internet selama proses restorasi.

Saat ini, tim teknis juga terus memantau kualitas layanan agar aktivitas digital masyarakat. Hal ini mulai dari komunikasi hingga akses informasi, tetap berjalan normal meski jalur utama Palapa Ring sedang diperbaiki.

Perbaikan dilakukan melalui koordinasi antara Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, BAKTI, PT Len Telekomunikasi Indonesia, PT Surveyor Indonesia, operator telekomunikasi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Sesuai rencana kerja, kapal perbaikan akan berangkat dari Bitung menuju Morotai pada Selasa (28/7) setelah seluruh dokumen administrasi dan izin pelayaran selesai. Selama pekerjaan teknis berlangsung, diperkirakan akan ada periode kritis pemutusan layanan selama sekitar 12 hari.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, jaringan Palapa Ring Tengah segmen Melonguane–Morotai ditargetkan kembali beroperasi penuh  pada 11 Agustus 2026.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti