Viral EDABU BOT di Telegram, BPJS Kesehatan Bantah Data Peserta Bocor

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Petugas melayani peserta program BPJS Kesehatan yang melakukan reaktivasi BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tangerang, Tangerang, Banten, Selasa (14/4/2026).
Penulis: Rahayu Subekti
3/8/2026, 07.55 WIB

BPJS Kesehatan membantah informasi yang menyebut data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bocor dan diperjualbelikan melalui kanal Telegram bernama EDABU BPJS BOT. BPJS Kesehatan menegaskan kanal tersebut bukan merupakan layanan resmi yang dibuat, dimiliki, maupun dikelola oleh institusi tersebut.

Sementara itu, EDABU BPJS Kesehatan merupakan singkatan dari Elektronik Data Badan Usaha. Ini merupakan aplikasi online dari BPJS Kesehatan untuk mempermudah perusahaan mengelola data peserta seperti karyawan baru, mengubah data, dan cek iuran tanpa ke kantor. 

Melalui unggahan resmi di akun Instagram BPJS Kesehatan @bpjskesehatan_ri, manajemen menyatakan data yang dijual dan disebarkan melalui kanal Telegram tersebut dipastikan bukan berasal dari sistem BPJS Kesehatan.

"Data yang dijual dan disebar oleh kanal Telegram tersebut bukan bersumber dari BPJS Kesehatan, karena dipastikan memiliki struktur informasi yang sangat berbeda dengan data di BPJS Kesehatan," tulis BPJS Kesehatan dalam keterangannya dikutip Senin (3/8).

BPJS Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan BPJS maupun penyebaran data pribadi secara ilegal. BPJS meminta masyarakat hanya mengakses layanan resmi sebagai berikut:

  • Aplikasi Mobile JKN
  • WhatsApp PANDAWA 08118165165
  • Care Center 165

Klarifikasi tersebut muncul setelah beredar kanal Telegram yang mengklaim dapat mengakses data peserta BPJS Kesehatan melalui bot "EDABU BPJS BOT". Kemunculan bot itu memicu kekhawatiran publik terkait dugaan kebocoran data peserta JKN.

Isu itu sebelumnya ramai dibahas di media sosial setelah Kombes Pol Manang Soebeti atau yang dikenal sebagai Pak Bray mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga memperlihatkan penyalahgunaan data peserta BPJS Kesehatan melalui akun Instagram resminya @manangsoebeti_official.

 

Dalam unggahan tersebut, Auditor Kepolisian Madya TK II di Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Mabes Polri memperlihatkan tangkapan layar dari EDABU BOT BPJS. Dalam BOT tersebut, tersedia fitur mengecek informasi pribadi mulai dari AI profiling, cek nama, info data, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK), perusahaan, hingga gaji. Fitur ini tersedia dengan beragam jumlah token mulai dari satu hingga lima token.

Tak hanya soal EDABU BOT BPJS, Manang Soebeti juga mengunggah tangkapan layar percakapan seorang penagih utang diduga mengirimkan data pribadi lengkap milik korban. Informasi yang ditampilkan antara lain NIK, nama, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, status perkawinan, hubungan dalam kartu keluarga, nomor telepon, nomor peserta BPJS, status kepesertaan, jenis peserta, hingga nama perusahaan tempat korban bekerja.

Tak hanya itu, penagih utang tersebut juga diduga mengancam akan menghubungi perusahaan tempat korban bekerja apabila utang tidak segera dilunasi. Dalam pesan lanjutan, pelaku bahkan mengklaim memiliki data anggota keluarga korban, termasuk anak-anaknya.

Unggahan itu kemudian memunculkan dugaan bahwa data berasal dari sistem BPJS Kesehatan. Dalam keterangan unggahannya, Manang Soebeti mempertanyakan apakah struktur data yang ditampilkan berasal dari BPJS Kesehatan serta mempertanyakan tampilan dashboard yang juga diperlihatkan dalam unggahan tersebut.

Isu tersebut kemudian diperkuat oleh unggahan akun Merdeka Siber yang menyebut tangkapan layar percakapan itu memperlihatkan seorang penagih utang mengirimkan data pribadi lengkap peserta BPJS Kesehatan kepada korban. Akun tersebut menyebut data yang ditampilkan mencakup identitas pribadi hingga informasi kepesertaan dan tempat bekerja.

Selain memperlihatkan percakapan WhatsApp, video yang beredar juga menampilkan dugaan tampilan sebuah dashboard administrasi yang diklaim berkaitan dengan pengelolaan data BPJS Kesehatan. Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa dashboard tersebut merupakan sistem resmi milik BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan baru menanggapi secara resmi mengenai EDABU BOT BPJS saja.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti