Komdigi Soroti Medsos Jelang Demo 27 Agustus: Jangan Jadi Ruang Provokasi

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/kye
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Alexander Sabar (kanan) bersama Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya (kiri) menyampaikan keterangan pers terkait judi online, di Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Penulis: Desy Setyowati
27/8/2026, 10.21 WIB

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian maupun provokasi di media sosial, menyusul rencana aksi demo yang digelar di Jakarta pada 27 Agustus.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi Alexander sabar mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan baik dan bertanggung jawab.

"Tentunya kami berharap mereka atau masyarakat yang menggunakan media sosial dapat menggunakan media sosial dengan baik, bertanggung jawab, tidak melakukan ujaran kebencian ataupun memprovokasi," kata Alexander saat ditemui di Kantor Kemkomdigi, Jakarta pada Rabu (26/8).

Ia meminta masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial agar situasi kondusif tetap terjaga di ruang digital.

"Kita harapkan besok kegiatan yang akan diadakan itu bisa berjalan dengan baik tidak hanya di ruang fisik tetapi juga di ruang digital kita," ujar Alexander.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menegaskan aksi yang digelar di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8) akan berlangsung damai dan berfokus pada dua tuntutan terkait pemberantasan korupsi.

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok mengatakan dua tuntutan tersebut yakni segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan menerapkan hukuman mati bagi koruptor.

“Kami ke Jakarta ini tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami mendukung gerakan kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus,” kata Botok.

Ia menegaskan aksi AMPB tidak membawa agenda untuk melengserkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik,” ujarnya.

Menurut dia, AMPB datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pemberantasan korupsi, sekaligus mendukung aksi yang digelar masyarakat di kawasan Jabodetabek.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara