Seorang perempuan Korea Selatan menyampaikan dirinya menjadi korban penipuan asmara setelah berpacaran dengan seseorang yang diyakininya sebagai aktor Lee Dong Wook selama hampir satu tahun. Korban menghitung total telah mengirimkan sekitar 35 juta won atau Rp 449 juta (kurs Rp 12,83 per won) kepada pria yang ternyata diduga menyamar sebagai sang aktor.
Kasus tersebut diungkap dalam laporan SBS News pada 16 September. Perempuan berusia 30-an itu mengatakan dirinya percaya bahwa orang yang menjalin hubungan dengannya merupakan Lee Dong Wook yang sebenarnya. Ia bahkan sampai mencairkan tabungan untuk mengirimkan uang tersebut.
Koreaboo melaporkan, perempuan tersebut membagikan bukti komunikasi dengan orang yang diyakininya sebagai aktor Korea Selatan Lee Dong Wook, termasuk tangkapan layar percakapan. Gambar-gambar yang dikirimkan kepadanya disebut tampak seperti dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI.
Perempuan tersebut mengatakan hubungan dengan Lee Dong Wook palsu itu berlangsung hampir satu tahun. Ia menyebut hubungan ini berkembang layaknya hubungan asmara pada umumnya, bahkan membicarakan rencana untuk bertemu orang tua dan mempertemukan keluarga.
Dalam pengakuannya yang dikutip Koreaboo dari SBS, korban mengatakan pria yang diyakininya sebagai Lee Dong Wook mengungkapkan perasaan cinta kepadanya. Korban kemudian memanggilnya dengan sebutan "oppa", sementara pria itu memanggilnya "jagiya" atau “sayang”.
Selama hubungan tersebut, korban mengirimkan sekitar 35 juta won. Ia juga mengatakan telah mencairkan tabungan dan menggunakan uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
SBS News menyebut kasus tersebut sebagai romance scam atau penipuan dengan modus hubungan asmara. Laporan ini juga membahas cara mengenali modus penipuan asmara dan langkah yang dapat dilakukan untuk menghindarinya.
Menanggapi kasus penyamaran tersebut, agensi Lee Dong Wook, King Kong by Starship, mengeluarkan pernyataan pada 16 September. Agensi menegaskan artis-artis yang berada di bawah naungannya tidak meminta uang, pembayaran, informasi pribadi, maupun barang berharga melalui aplikasi pesan pribadi atau akun media sosial.
Agensi juga meminta masyarakat melaporkan dugaan penyamaran identitas artis kepada pihak agensi.
Pelaku Penipuan Diduga Pakai AI
Kasus itu juga menyoroti penggunaan teknologi AI dalam penipuan yang menyamar sebagai figur publik. Koreaboo melaporkan foto-foto yang dikirimkan kepada korban tampak seperti dibuat menggunakan AI.
Modus penyamaran menggunakan teknologi AI juga pernah menimpa figur publik lain. Perempuan Korea Selatan menyatakan dirinya ditipu oleh seseorang yang menyamar sebagai CEO Elon Musk menggunakan teknologi deepfake berbasis AI.
Dalam kasus tersebut, perempuan itu awalnya menerima permintaan pertemanan dari akun Instagram yang diyakininya milik Elon Musk. Ia kemudian percaya karena akun tersebut mengunggah foto-foto yang menunjukkan aktivitas Elon Musk.
Pelaku juga melakukan panggilan video dengan korban. Perempuan tersebut mengatakan sosok yang mengaku sebagai Elon Musk bahkan menyatakan cinta kepadanya. Korban kemudian diyakinkan untuk mengirimkan 70 juta won atau sekitar US$50 ribu kepada rekening atas nama warga negara asing.
Pelaku menjanjikan korban dapat menjadi kaya melalui investasi menggunakan uang tersebut.
Kasus Lee Dong Wook dan Elon Musk itu menunjukkan pola penipuan asmara dengan menggunakan identitas figur publik untuk membangun kepercayaan korban sebelum meminta uang. Kasus ini juga menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk membuat komunikasi dengan figur publik palsu terlihat meyakinkan.