Pengunduh Aplikasi AI Meta Muse Melonjak, Geser ChatGPT di App Store AS

MyClaw
Alat bantu digital berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Meta, Muse AI, baru diluncurkan sekitar dua pekan lalu. Namun, aplikasi tersebut telah menempati posisi teratas dalam daftar aplikasi gratis terpopuler di App Store Amerika Serikat.
Penulis: Reihan Cahya
23/9/2026, 12.52 WIB

Alat bantu digital berbasis kecerdasan buatan (AI) milik Meta, Muse AI, baru diluncurkan sekitar dua pekan lalu. Namun, aplikasi tersebut telah menempati posisi teratas dalam daftar aplikasi gratis terpopuler di App Store Amerika Serikat.

Hingga Senin (21/9), Muse mengungguli sejumlah aplikasi AI populer seperti ChatGPT milik OpenAI, Polymarket, dan Kashi di toko aplikasi Apple. Aplikasi tersebut juga berada di atas layanan AI lain, seperti Claude dari Anthropic dan Grok AI dari xAI, serta Meta AI yang juga dikembangkan oleh perusahaan induk Facebook tersebut.

Menurut perusahaan analitik Sensor Tower, Muse menggeser ChatGPT sebagai aplikasi gratis terpopuler di iOS Amerika Serikat pada Jumat (18/9). Dalam sekitar lima hari sejak diluncurkan pada 8 September, aplikasi tersebut telah diunduh 730 ribu kali.

Jumlah unduhan Muse kemudian meningkat menjadi lebih dari 2,5 juta kali hingga Senin. Selama 13 hari pertama setelah peluncuran, jumlah unduhan Muse melampaui Claude dan Grok yang masing-masing mencatat sekitar 400 ribu dan 200 ribu unduhan.

Namun, ChatGPT masih mencatat jumlah unduhan yang lebih tinggi. Sensor Tower memperkirakan aplikasi tersebut telah diunduh sekitar 3,1 juta kali dalam periode yang sama.

Sensor Tower menyebut distribusi aplikasi yang dilakukan secara bertahap di Apple App Store dan Google Play turut memengaruhi jumlah unduhan. Hingga Senin (21/9), Muse tercatat memperoleh sekitar 1,5 juta unduhan melalui iOS dan 1,1 juta unduhan melalui Android.

Asisten Digital 

Meta memperkenalkan Muse sebagai aplikasi yang memungkinkan pengguna mengelola dan mengendalikan asisten digital untuk menjalankan berbagai tugas di internet.

Asisten tersebut dapat melakukan sejumlah pekerjaan, seperti mengisi formulir elektronik dan mengatur email. Muse didukung keluarga model AI Muse Spark milik Meta.

Peluncuran Muse menjadi salah satu langkah Meta untuk masuk lebih jauh ke pasar asisten AI. Konsep penggunaan agen AI sebelumnya telah semakin dikenal di kalangan pengembang dan penggemar teknologi melalui OpenClaw yang dapat digunakan secara gratis pada awal tahun ini.

Stacy Rasgon, analis Bernstein, mengatakan penggunaan teknologi agen AI sejauh ini belum banyak dilakukan oleh pengguna umum.
“Menurut saya, hingga saat ini, sebagian besar penggunaan teknologi agen tersebut belum benar-benar dimanfaatkan oleh orang-orang biasa,” kata Rasgon, seperti dikutip CNBC, Senin (21/9).

Menurut dia, kehadiran Muse dan agen AI serupa dapat mendorong penggunaan teknologi tersebut secara lebih luas. Popularitas Muse juga beriringan dengan perhatian investor terhadap Meta. Harga saham perusahaan tersebut melonjak lebih dari 11% pada Senin. Sejumlah laporan juga menyebut Wells Fargo menaikkan target harga saham Meta menjadi US$796 (Rp14,16 juta, kurs Rp17.790 per US$).

Model Bisnis AI

Meski dapat digunakan secara gratis, Meta menawarkan layanan berlangganan Muse dengan tarif US$20 hingga US$100 (Rp355.840-Rp1,79 juta) per bulan, bergantung pada tingkat penggunaan.

Model tersebut menjadi salah satu cara Meta memperoleh pendapatan dari pengembangan AI di luar bisnis iklan digital yang selama ini menjadi sumber utama perusahaan.

Namun, peluncuran Muse berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan AI dan risiko keamanan siber. Kekhawatiran tersebut menjadi salah satu isu yang turut membayangi perkembangan teknologi agen AI dalam beberapa pekan terakhir.

Meta juga baru-baru ini setuju membayar sekitar US$17 miliar atau Rp302,46 triliun sebagai kompensasi terhadap gugatan sekelompok jaksa agung negara bagian terkait dugaan dampak negatif Facebook dan Instagram terhadap anak-anak dan remaja.

Belum diketahui apakah popularitas Muse akan bertahan dalam jangka panjang. Sejumlah aplikasi AI sebelumnya juga sempat mencatat lonjakan popularitas setelah diluncurkan, tetapi kemudian kehilangan momentum.

Sora dari OpenAI dan Vibes AI dari Meta menjadi contoh aplikasi yang mengalami peningkatan unduhan pada masa awal peluncuran. Kedua aplikasi tersebut juga turut meningkatkan jumlah unduhan Meta AI ketika diluncurkan pada September sebelumnya.

Rasgon mengatakan aspek keamanan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pengembangan Muse. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana Meta memperhatikan privasi pengguna karena aplikasi tersebut membutuhkan akses terhadap sejumlah data pribadi.
“Mereka memperhatikan aspek keamanan, saya tidak tahu seberapa besar perhatian mereka terhadap privasi pengguna,” kata Rasgon.

Amazon Blokir Muse

Pertumbuhan penggunaan agen AI juga mulai mempengaruhi perusahaan dan situs yang diakses oleh teknologi tersebut. Raksasa e-commerce Amazon melarang Muse mengakses situs belanjanya dengan alasan risiko privasi dan keamanan.

Amazon mengatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai rencana Muse untuk mengakses platform mereka. Perusahaan juga menyoroti sejumlah persoalan lain, termasuk kemampuan agen AI dalam melewati fitur personalisasi dan mekanisme lain yang diterapkan dalam proses belanja.

Menurut Amazon, Muse juga diduga mencatat dan menyimpan data pelanggan serta mengambil data dari akun pengguna.

“Menurut kami, sangatlah wajar jika aplikasi pihak ketiga yang menawarkan layanan pembelian atas nama pelanggan dari perusahaan lain dapat beroperasi secara terbuka, sekaligus menghormati keputusan penyedia layanan tersebut mengenai apakah akan ikut serta atau tidak dalam layanan tersebut,” kata juru bicara Amazon.

Di sisi lain, Shopify justru mengambil pendekatan berbeda. CEO Shopify Tobias Lutke mengatakan bahwa perusahaan e-commerce tersebut bekerja sama dengan Meta untuk mengembangkan akses Muse. Kerja sama itu memungkinkan pengguna melakukan proses pembayaran secara langsung melalui toko-toko online yang menggunakan platform Shopify.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.