AMD Mengakuisisi Perusahaan AI World Labs senilai US$8,2 Miliar
Advanced Micro Devices (AMD) sepakat mengakuisisi World Labs, laboratorium kecerdasan buatan yang didirikan oleh Fei-Fei Li dan berbasis di San Francisco senilai US$8,2 miliar atau Rp147,6 triliun (kurs Rp18.000 per US$), pada Senin (28/9).
AMD mengatakan akuisisi tersebut akan dibayarkan menggunakan saham perusahaan. Sebelumnya, AMD juga telah menjadi investor di World Labs.
Kesepakatan ini menjadi langkah besar AMD untuk memperluas bisnis AI di tengah persaingannya dengan Nvidia dalam pasar prosesor AI. Setelah akuisisi selesai, Fei-Fei Li akan bergabung dengan AMD sebagai chief scientist sekaligus executive vice president. Li sebelumnya merupakan profesor di Stanford University dan pernah memimpin penelitian AI di Google.
World Labs saat ini mengembangkan teknologi yang disebut world model. Teknologi tersebut memungkinkan AI membuat dan memahami lingkungan tiga dimensi yang menyerupai dunia nyata.
Dalam demonstrasi yang dilakukan Li bersama CEO AMD Lisa Su awal tahun ini, keduanya memperlihatkan kemampuan model World Labs bernama Marble dalam membuat lingkungan tiga dimensi hanya dari beberapa gambar. Teknologi tersebut dikembangkan untuk memungkinkan sistem AI memahami kondisi fisik sebelum berinteraksi langsung dengan dunia nyata.
"Agen-agen cerdas, baik berupa robot, kendaraan, maupun alat-alat lainnya, dapat belajar di dunia digital yang memiliki pemahaman yang mendalam mengenai hukum-hukum fisika. Hal ini memungkinkan agent-agent tersebut untuk menjadi lebih aman sebelum benar-benar digunakan di dunia nyata," kata Li dalam demonstrasi tersebut, seperti dikutip dari CNBC.
Li juga menyatakan akuisisi ini tidak akan mengubah misi World Lab, dan justru meningkatkan semangatnya untuk terus membangun organisasi penelitian terkemuka di dunia yang dapat bertahan selama beberapa dekade ke depan.
Para peneliti AI berharap world model tersebut dapat membantu dalam pengembangan robot serta berbagai aplikasi AI yang berbasis pada aspek fisik. AMD berencana untuk memisahkan unit bisnis World Labs dari bisnis pembuatan cipnya, hingga transaksi tersebut selesai pada akhir tahun ini.
Penelitian yang dilakukan laboratorium tersebut mengenai model-model generasi berikutnya akan membantu AMD untuk merencanakan apa saja yang perlu dimiliki oleh cip AI-nya di masa depan.
Akuisisi Terbesar Kedua AMD
Nilai akuisisi World Labs sebesar US$8,2 miliar menjadi transaksi terbesar kedua dalam sejarah AMD. Posisi pertama masih ditempati akuisisi Xilinx pada 2022 dengan nilai sekitar US$50 miliar atau Rp740 triliun (dengan kurs rata-rata saat itu Rp14.800 per dolar AS).
Langkah AMD tersebut juga terjadi ketika perusahaan teknologi Amerika Serikat semakin agresif menggelontorkan dana untuk mendapatkan talenta dan teknologi AI.
OpenAI sebelumnya mengakuisisi startup perangkat AI milik Jony Ive, io, dengan nilai sekitar US$6,4 miliar atau sekitar Rp106,88 triliun (kurs rata-rata Rp 16.700/US$) pada tahun lalu. Kesepakatan tersebut membawa Ive, desainer yang dikenal melalui pengembangan produk Apple, ke dalam bisnis perangkat AI OpenAI.
Nvidia juga mengeluarkan total sekitar US$33 miliar atau Rp551,1 triliun untuk mengakuisisi aset perusahaan cip AI Groq dan platform open-source Hugging Face. Nvidia membeli aset Groq pada Desember lalu dan pada bulan ini menyepakati akuisisi Hugging Face.
Sementara itu, Meta mengeluarkan US$14 miliar atau Rp233,8 triliun pada 2025 untuk mengambil kepemilikan minoritas di Scale AI. Kesepakatan tersebut juga membawa pendiri Scale AI, Alexandr Wang, untuk memimpin divisi AI baru Meta.
Persaingan tersebut menunjukkan bahwa perebutan posisi di industri AI tidak lagi hanya berlangsung melalui pengembangan model atau penjualan cip. Perusahaan teknologi juga mulai mengakuisisi perusahaan yang memiliki teknologi dan talenta untuk menentukan kebutuhan AI pada tahap berikutnya.