YouTube memiliki 140 juta penonton dewasa di Indonesia pada tahun ini. Jumlah ini setara dengan 89% dari seluruh populasi online Indonesia.

Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan skala penonton bukan satu-satunya ukuran dampak YouTube di Indonesia. Platform ini juga disebut memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

"Yang paling penting bukan hanya berapa banyak orang yang menonton, tapi dampak apa yang diciptakan," kata Veronica dalam konferensi pers YouTube Festival, Rabu (7/10).

Menurut Veronica, YouTube berkontribusi Rp8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025. Platform ini juga disebut ikut menciptakan sekitar 190.000 lapangan pekerjaan di berbagai wilayah Indonesia.

"YouTube sudah berevolusi bukan hanya lagi sebuah platform video streaming, tapi sekarang menjadi the epicenter of culture, connection and also commerce," ujarnya.

Besarnya skala YouTube di Indonesia juga diikuti tingkat kepercayaan yang tinggi. Dalam survei yang dilakukan Google, sebanyak 95% penonton di Indonesia menyatakan YouTube sebagai platform yang paling mereka percaya dibandingkan sejumlah platform digital lainnya.

Veronica mengatakan kebebasan kreator dalam memilih format konten menjadi salah satu faktor yang membangun kepercayaan tersebut. Kreator dapat membuat konten dalam bentuk Shorts, live streaming, maupun video berdurasi panjang.

"Sebanyak 95% dari penonton di Indonesia itu menyatakan bahwa YouTube adalah platform yang paling mereka percaya. Dan ini lebih tinggi daripada platform yang lain dibandingkan TV, TikTok, Facebook, dan Instagram," kata Veronica.

Menurut dia, kebebasan dalam menentukan format sekaligus gaya kreator menciptakan otentisitas yang kemudian membangun hubungan lebih erat dengan subscriber, follower, maupun komunitas mereka.

"Itulah yang membangun relationship atau hubungan dan kepercayaan yang mendalam antara kreator dengan subscriber atau follower atau komunitasnya," ujarnya.

Veronica mengatakan tingkat kepercayaan tersebut menjadi nilai penting bagi brand yang ingin menjangkau audiens melalui kreator.

Video YouTube Justru Lebih Banyak Ditonton Setelah Sebulan Tayang

Selain tingkat kepercayaan, YouTube memiliki karakteristik berupa daya tahan konten yang berbeda dibandingkan platform berbasis social feed.

Veronica menyebut sekitar 40% dari total views sebuah video di YouTube justru diperoleh setelah satu bulan pertama video tersebut diunggah.

"Total views-nya itu justru datang setelah satu bulan pertama, bandingkan itu dengan social feed yang sifatnya sangat cepat naik, cepat turun. Dalam 24 jam itu bisa hilang dari feed," katanya.

Menurut Veronica, karakter tersebut membuat konten di YouTube tidak hanya bergantung pada momentum ketika pertama kali diunggah. Konten dapat terus ditemukan dan ditonton kembali dalam jangka waktu yang lebih panjang, bahkan hingga bertahun-tahun setelah dipublikasikan.

Dengan skala 140 juta penonton dewasa, kontribusi Rp8,4 triliun terhadap PDB pada 2025, serta sekitar 190.000 lapangan pekerjaan, Veronica mengatakan YouTube kini tidak hanya menjadi platform video streaming, tetapi juga berkembang sebagai pusat budaya, koneksi, dan perdagangan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah