CEO TikTok Ungkap Keterampilan yang Wajib Dimiliki Pekerja di Era AI
CEO TikTok Shou Chew mengungkapkan keterampilan yang perlu dimiliki pekerja untuk menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurut dia, kemampuan menggunakan AI secara efektif akan menjadi salah satu keterampilan terpenting dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
"Dalam jangka pendek, maksud saya, setidaknya untuk dua atau tiga tahun ke depan, saya rasa keterampilan yang Anda kembangkan terkait AI secara efektif akan sangat penting," kata Shou Chew dalam acara DBS Asia Future Forward 2026 di Singapura, Senin (12/10).
Shou Chew mengatakan, pekerja perlu memiliki pengalaman langsung menggunakan berbagai model dan produk AI. Sebab, perkembangan teknologi ini berlangsung sangat cepat sehingga pemahaman mengenai kemampuan dan keterbatasannya tidak cukup hanya diperoleh dengan membaca informasi.
“Menurut saya, salah satu karakteristik utama yang akan sangat penting, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan, yakni keterlibatan langsung. Memiliki rasa ingin tahu dan benar-benar mencoba sendiri,” Shou menambahkan.
Ia menekankan pentingnya pengalaman langsung atau hands-on dalam menggunakan AI agar pekerja dapat memahami hal-hal yang bisa dan belum bisa dilakukan teknologi tersebut.
Menurut Shou, seseorang tidak dapat mengetahui secara menyeluruh kemampuan AI hanya dengan membaca atau mengikuti pembahasan mengenai teknologi itu. Penggunaan secara langsung diperlukan untuk memahami manfaat sekaligus batasannya.
TikTok Dorong Karyawan Gunakan AI
Shou mengatakan, TikTok mendorong karyawan dari berbagai fungsi untuk mendapatkan pengalaman langsung menggunakan AI. Dorongan ini tidak hanya ditujukan kepada para engineer, tetapi juga karyawan yang bekerja sebagai pengacara dan di fungsi korporasi lainnya.
Perusahaan, kata dia, mengembangkan sejumlah program agar karyawan dapat mengakses model AI terdepan. TikTok juga menyediakan program yang membantu karyawan membiayai sebagian penggunaan token AI, baik untuk keperluan pekerjaan maupun konsumsi pribadi.
Langkah tersebut bertujuan mendorong karyawan untuk terus mencoba berbagai perangkat AI baru yang tersedia di pasar.
Shou juga mencontohkan OpenClaw sebagai salah satu teknologi yang dapat dicoba untuk memahami perkembangan AI. Namun, ia mengingatkan pentingnya memahami batasan keamanan sebelum menggunakan teknologi tersebut.
Menurut dia, pekerja perlu mengetahui secara langsung kemampuan teknologi yang sedang berkembang, alih-alih hanya mengikuti besarnya perhatian atau ekspektasi publik terhadap AI.
Manusia dan AI Perlu Bekerja Bersama
Bos TikTok itu menilai, dalam jangka pendek, kombinasi kemampuan manusia dan AI akan lebih penting dibandingkan menyerahkan seluruh keputusan kepada mesin.
Ia memperkirakan, dalam jangka panjang, agen AI berpotensi menjalankan lebih banyak tugas secara mandiri seiring perkembangan teknologi, pembangunan infrastruktur pendukung, serta meningkatnya kepercayaan dan pengamanan terhadap agen tersebut.
Namun, untuk dua hingga tiga tahun ke depan, kemampuan menggunakan AI secara efektif akan menjadi faktor penting bagi pekerja.
Shou Chew juga mengingatkan bahwa perkembangan AI tidak selalu langsung menghilangkan kebutuhan terhadap keterlibatan manusia. Ia mencontohkan pekerjaan insinyur yang tidak hanya mencakup penulisan kode atau coding.
Menurut dia, aktivitas coding hanya mengambil sekitar 30% dari waktu kerja sebagian besar engineer. Selebihnya mencakup penyusunan rencana teknis, perencanaan, komunikasi dengan manajer produk, serta koordinasi.
Meskipun perangkat AI dapat membantu pekerjaan teknis, proses lain yang membutuhkan koordinasi dan pemeriksaan tetap memerlukan keterlibatan manusia.
Shou Chew mencontohkan bahwa kode yang dihasilkan AI tetap perlu diperiksa sebelum diterapkan. Oleh karena itu, pekerja perlu memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut tanpa mengabaikan proses verifikasi.
Ia menilai, perkembangan AI dalam jangka pendek mungkin berlangsung lebih lambat daripada ekspektasi sebagian orang. Namun, hal itu tidak berarti dampaknya dalam jangka panjang akan kecil.
Menurut Shou Chew, dunia masih berada pada tahap awal perkembangan AI. Kemajuan teknologi ini, khususnya dalam bidang sains, berpotensi membawa dampak besar terhadap kehidupan manusia dalam jangka panjang.