Indonesia-Cina Kerja Sama Bidang AI dan Ekonomi Digital di KEK Kura-Kura Bali

KEK Bali
Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali
Penulis: Magang
12/10/2026, 16.08 WIB

Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama dengan Cina di bidang teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), semikonduktor, dan ekonomi digital melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Ali Murtopo Simbolon mengatakan kerja sama kedua negara perlu diarahkan pada penguatan kapasitas teknologi dan industri nasional, tidak hanya peningkatan investasi.

“Dalam situasi persaingan dan ketidakpastian global, Indonesia menawarkan ruang yang aman bagi pengembangan akademik dan kolaborasi industri. Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) dapat menjadi jembatan antara Tiongkok, kawasan Asia Tenggara, dan dunia,” ujar Ali, seperti dikutip dari Antara, Minggu (11/10).

Kerja sama tersebut salah satunya dikembangkan melalui TSEA yang beroperasi di KEK Kura-Kura Bali. Lembaga tersebut telah menjalankan sejumlah program di bidang fisika dan neurosains serta menginisiasi forum semikonduktor bersama Tsinghua University.

Ke depan, kolaborasi Indonesia-Cina di kawasan tersebut akan diarahkan pada pengembangan AI, riset dan pengembangan digital, serta ekonomi digital. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kegiatan akademik, riset, dan pengembangan industri teknologi.

Hubungkan Potensi Sumber Daya Indonesia dengan Investasi Cina

Selain melalui kolaborasi riset, pemerintah mendorong kemitraan kedua negara melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP). Skema tersebut menghubungkan potensi sumber daya dan pasar Indonesia dengan kapasitas investasi, teknologi, serta industri Cina.

Melalui pendekatan itu, kedua negara diharapkan dapat mengembangkan proyek industri yang lebih konkret dan terintegrasi, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi di Indonesia.

Keterlibatan perusahaan Cina juga terlihat dalam pengembangan berbagai KEK di Indonesia. Pada triwulan II-2026, sebanyak 97 dari total 481 badan usaha atau tenant di KEK merupakan perusahaan asal Cina.

Secara keseluruhan, Indonesia memiliki 25 KEK dengan luas sekitar 23.797,88 hektare. Kawasan-kawasan tersebut telah mencatat investasi kumulatif sekitar 20,7 miliar dolar AS, melibatkan 481 badan usaha, dan menciptakan lebih dari 283 ribu lapangan kerja.

Adapun KEK Kura-Kura Bali mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp1,8 triliun hingga semester I-2026. Kawasan tersebut juga menyerap 2.173 tenaga kerja dan mencatat 131.657 kunjungan.

Pemerintah berharap penguatan kerja sama Indonesia-Cina melalui KEK dapat memperluas pengembangan teknologi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan mendorong tumbuhnya industri bernilai tambah di dalam negeri.

 

Penulis: Reihan Cahya (magang)

 

 

 

 

 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.