Ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat, namun banyak UMKM dan pelaku B2B belum memaksimalkan website sebagai mesin data, pemasaran, dan pertumbuhan bisnis.
OJK dan OECD sepakat mengembangkan transformasi dan inovasi keuangan digital yang bertanggung jawab sejalan dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat pelindungan konsumen.
Nilai transaksi ekonomi digital alias GMV diperkirakan US$ 99 miliar atau Rp 1.656 triliun tahun ini. Hal ini ditopang oleh e-commerce, khususnya video commerce hingga ojol.
Menteri Airlangga Hartarto, memfokuskan pada pengembangan Data Center domestik dan AI untuk menunjang kedaulatan data dan meningkatkan ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Kemenkeu melalui DJP mencatat penerimaan pajak dari ekonomi digital mencapai Rp 41,09 triliun per Agustus 2025, pemungutan PPN PMSE menjadi penyumbang terbesar.
Buy Now Pay Later adalah keniscayaan di tengah perkembangan dunia digital. Namun, perlu regulasi yang adaptif agar tidak menyebabkan risiko sistemik di masa depan.
Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan US$ 90 miliar tahun ini. Pertumbuhan bisnis pariwisata seperti Traveloka dan Tiket.com merupakan yang tertinggi.
Keberadaan AI dinilai mampu untuk mengakselerasi pertumbuhan keempat sektor yang berkontribusi terhadap ekonomi digital. Yaitu online travel, e-commerce, digital media dan mobility.