Kurangi Ketergantungan pada Nvidia, Microsoft Perkuat Produksi Cip AI

Microsoft
Microsoft akan meningkatkan penggunaan cip berbasis kecerdasan buatan (AI) buatannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan komputasi di pusat data, setelah selama bertahun-tahun mengandalkan prosesor grafis (GPU) Nvidia.
Penulis: Magang
13/10/2026, 11.22 WIB

Microsoft akan meningkatkan penggunaan cip berbasis kecerdasan buatan (AI) buatannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan komputasi di pusat data, setelah selama bertahun-tahun mengandalkan prosesor grafis (GPU) Nvidia.

Upaya tersebut muncul ketika Microsoft memperkenalkan akselerator AI generasi ketiga, Maia 300, pada Senin (12/10). Perusahaan menyatakan akan mengandalkan cip buatannya sendiri untuk menangani sebagian besar permintaan komputasi yang masuk, meski Nvidia tetap menjadi bagian penting dari infrastruktur AI mereka.

Menurut laporan CNBC International, bisnis AI Microsoft selama ini bertumpu pada layanan Azure, yang menyediakan berbagai model AI bagi pelanggan. Perusahaan juga mengembangkan Microsoft 365 Copilot untuk pekerja kantoran dan GitHub Copilot untuk pengembang perangkat lunak.

Di tengah meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI, pengembangan cip sendiri menjadi salah satu strategi Microsoft untuk memperkuat kapasitas pemrosesan dan memperluas pilihan teknologi yang digunakan.

Nvidia selama ini menjadi pemasok utama GPU untuk berbagai beban kerja AI. Cip perusahaan tersebut digunakan di pusat data Microsoft serta untuk melatih model AI milik OpenAI dan Anthropic.

Namun, pertumbuhan kebutuhan komputasi mendorong perusahaan teknologi mengembangkan atau menggunakan alternatif cip dari berbagai pemasok, termasuk Amazon, Advanced Micro Devices (AMD), Cerebras, Google, dan Microsoft.

Untuk kebutuhan komputasi umum, Microsoft juga menggunakan unit pemrosesan pusat (CPU) buatannya sendiri, selain cip dari Intel dan AMD.
Kepala Keuangan Microsoft Amy Hood mengatakan dalam konferensi Goldman Sachs bulan lalu penggunaan cip internal telah membantu meningkatkan margin perusahaan selama satu dekade terakhir.

Maia 300 Tingkatkan Efisiensi Komputasi

Microsoft pertama kali memperkenalkan chip AI Maia 100 pada November 2023. Perusahaan kemudian mengumumkan Maia 200 pada Januari 2026.

Pada Juli lalu, CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan Maia 200 memberikan kinerja 30 persen lebih tinggi per dolar dibandingkan perangkat keras generasi terbaru yang digunakan perusahaan. Cip tersebut juga telah digunakan untuk menjalankan model AI OpenAI.

Microsoft menargetkan produksi Maia 300 dimulai pada 2027. Wakil Presiden Eksekutif Microsoft Scott Guthrie menyebut perusahaan menargetkan penerapan cip keluarga Maia dalam skala beberapa gigawatt.

Namun, General Manager Microsoft Alistair Speirs belum memberikan jadwal pasti penerapan tersebut. Ia mengatakan perusahaan ingin mempertahankan fleksibilitas dalam memilih cip sesuai kebutuhan model AI yang digunakan.

“Kami mempertahankan sedikit fleksibilitas karena industri ini berubah sangat cepat. Kami ingin menerapkan chip yang tepat untuk model yang kami gunakan pada waktu yang tepat,” ujar Speirs.

Microsoft berencana menempatkan 96 chip Maia 300 dalam setiap rak pusat data, dua kali lipat dari jumlah yang dapat ditampung rak Maia 200.
Menurut perusahaan, Maia 300 mampu memproses hingga tujuh kali lebih banyak token AI per rak. Cip tersebut juga diklaim menghasilkan 40% lebih banyak token per megawatt dibandingkan GPU.

Speirs mengatakan pengembangan arsitektur cip baru diperlukan untuk meningkatkan kinerja sekaligus memanfaatkan pasokan listrik secara lebih efisien.

“Konsumsi daya dapat diterjemahkan secara langsung menjadi biaya operasional untuk fasilitas seperti pusat data,” ujarnya.

Jim Kleewein, salah satu pakar teknis Microsoft, menambahkan bahwa sejumlah fitur Microsoft 365 Copilot berpotensi berjalan lebih cepat dengan dukungan Maia 300.

Analis Evercore ISI dalam catatan kepada klien pada Rabu memperkirakan Maia akan mencakup sekitar 10% dari belanja cip AI Microsoft pada kuartal I-2027.

Nvidia Tetap Berperan dalam Infrastruktur AI

Meski memperluas penggunaan chip internal, Microsoft masih akan mengandalkan Nvidia untuk sejumlah kebutuhan komputasi AI, terutama dalam pelatihan model.

Speirs mengatakan Microsoft bekerja sama dengan Nvidia dan AMD untuk melatih model AI. CEO Nvidia Jensen Huang juga menghadiri acara Microsoft pekan lalu saat perusahaan tersebut mengumumkan laptop Surface yang menggunakan prosesor Nvidia.

Strategi Microsoft berbeda dari Google dan Amazon dalam hal akses terhadap chip. Google menawarkan tensor processing unit (TPU), sedangkan Amazon menyediakan chip Inferentia dan Trainium yang dapat digunakan perusahaan lain melalui layanan komputasi awan.

Sebaliknya, akselerator AI Microsoft saat ini belum tersedia untuk disewa perusahaan lain berdasarkan penggunaan per jam.

“Belum ada yang mengujinya diluar pihak Microsoft,” ujar Patrick Moorhead, CEO firma penasihat Moor Insights and Strategy.

Pengembangan Maia menunjukkan upaya Microsoft memperbesar kendali atas infrastruktur AI yang menopang layanan cloud (komputasi awan) dan produk-produknya. Meski demikian, perusahaan masih mempertahankan kemitraan dengan pemasok cip eksternal untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus berkembang.

Penulis: Reihan Cahya (magang)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.