Komdigi Buka Suara soal Mati Listrik di Batam

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berjalan usai memberikan keterangan pers soal perkembangan implementasi PP Tunas di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Penulis: Desy Setyowati
13/10/2026, 21.35 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyampaikan, pemerintah masih mendalami penyebab gangguan listrik Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin (12/10).

"Kami masih melihat kejadian di Batam ini. Jadi, kami belum dapat menyampaikan apapun sambil tim kita berkomunikasi dengan lintas sektoral," kata Meutya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Selasa (13/10).

Meutya menyampaikan bahwa Kementerian Komdigi menunggu hasil koordinasi kementerian dan lembaga (K/L) terkait mengenai masalah kelistrikan yang terjadi di Kota Batam.

"Jadi, untuk saat ini belum dapat tercapai konklusi atau kesimpulan apapun. Sekali lagi, sampai tim kami berkoordinasi dengan tim dari K/L-K/L lainnya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan bahwa gangguan kelistrikan di Batam tidak berdampak pada jaringan telekomunikasi Telkomsel di wilayah tersebut.

"Jadi, yang Batam kemarin itu, Alhamdulillah tidak terkena dampaknya terhadap jaringan telekomunikasi di Telkomsel, karena kebetulan kita punya kapasitas baterai backup-nya cukup selama periode pemadaman itu dan ditambah lagi beberapa genset yang kita standby," ia menambahkan.

Dia juga mengatakan bahwa semua peralatan dan infrastruktur telekomunikasi milik Telkomsel tetap aman dan berfungsi dengan baik selama pemadaman listrik di Kota Batam.

Dikutip dari Antara, pemadaman listrik pada Senin (12/10) terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di wilayah seperti Batam Kota, Bengkong, Sagulung, dan Sekupang di Kota Batam.

Gedung DPRD dan Kantor Wali Kota Batam masih terdampak pemadaman listrik sekitar pukul 12.00 WIB.

PT PLN Batam sekitar pukul 13.00 WIB menyampaikan bahwa pemulihan gangguan kelistrikan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan objek vital dan fasilitas pelayanan publik.

"Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya,” kata Manajer Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara