Pencarian Kata “Orang Utan” Dibatasi di Instagram, Apa Penyebabnya?
Di tengah bencana karhutla, dugaan pembatasan pencarian kata kunci “orang utan” di platform Instagram mencuat. Ketika mencari kata kunci tersebut, pencarian tidak menampilkan hasil foto maupun video apapun. Alih-alih, muncul keterangan “protect wildlife on Instagram” yang berarti “lindungi satwa liar di Instagram”.
Jika ditelusuri lebih lanjut, Instagram menjelaskan bahwa pembatasan ini untuk mengajak pengguna platform lebih berhati-hati ketika mengambil foto yang berpotensi merusak lingkungan dan mengeksploitasi satwa liar.
“Instagram bekerja sama dengan kelompok-kelompok pelindung satwa liar untuk mengidentifikasi serta menindak foto atau video yang melanggar standar komunitas kami, seperti konten yang menampilkan penyiksaan hewan, perburuan liar, atau penjualan hewan yang terancam punah,” tulis Instagram.
Katadata mencoba melakukan pencarian kata kunci yang sama di platform media sosial lain seperti X dan TikTok, tetapi tidak ada pembatasan pencarian.
Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Nenden Sekar Arum menyebut, SAFEnet sudah memantau pembatasan pencarian kata kunci “orang utan” maupun “orangutan” ini sejak Agustus, beriringan dengan bencana karhutla yang semakin meluas.
Nenden menilai, alasan perlindungan satwa liar yang dilakukan platform Instagram memang penting di tengah maraknya penyelundupan dan jual beli satwa liar di ranah digital.
“Tapi kami melakukan percobaan pencarian kata kunci-kata kunci endangered animals lain, seperti Harimau Sumatra, itu tidak ada pembatasan. Ini harus ada penjelasan dari platform,” kata Nenden saat dihubungi Katadata.co.id, Rabu (21/10).
Nenden meminta perusahaan platform untuk menjelaskan indikator-indikator yang digunakan dalam melakukan sensor atau pembatasan pencarian satwa liar. Sebab, publik mulai berspekulasi bahwa pembatasan kata kunci “orang utan” ini kemungkinan berkaitan dengan pembatasan konten-konten terkait karhutla.
Katadata telah meminta tanggapan dari Meta sebagai induk perusahaan Instagram, tetapi belum mendapat respon hingga artikel ini diterbitkan.