Jutaan Upaya Hacker Dideteksi, Bank hingga Pemerintah Jepang dan Eropa Terdampak
Jutaan upaya eksploitasi terhadap celah keamanan kritis dalam bahasa pemrograman PHP terdeteksi setelah kerentanan ini diungkapkan ke publik. Perusahaan global dan pemerintah di sejumlah negara pun bergegas memperbarui sistem, bahkan menangguhkan atau menyetop sementara layanan online untuk mencegah serangan siber dari hacker.
Dikutip dari Reuters pada Kamis (22/10), Cloudflare mendeteksi lonjakan upaya eksploitasi setelah kerentanan PHP diumumkan. Dalam 10 jam sebelum pengumuman publik, perusahaan layanan komputasi awan itu menemukan ribuan upaya eksploitasi di jaringannya.
Jumlahnya meningkat menjadi puluhan ribu dalam 45 menit setelah pengumuman, lalu mencapai ratusan ribu dalam dua jam dan akhirnya jutaan upaya.
“Perusahaan berlomba memperbarui sistem untuk melawan penyerang yang dapat menggunakan AI untuk mengeksploitasinya. Itulah inti perlombaan ini,” kata Madeline Lawrence, salah satu pendiri perusahaan keamanan siber Belgia Aikido Security, sebagaimana dikutip Reuters.
PHP merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk menjalankan situs web dan aplikasi. Kerentanan kritis pada perangkat lunak ini menjadi perhatian karena PHP menopang sebagian besar infrastruktur internet.
Bank hingga Situs Pemerintah Ditutup Sementara
Sejumlah perusahaan dan instansi pemerintah di Jepang menangguhkan sementara sebagian layanan internet pada Kamis (22/10) sebagai bagian dari langkah darurat keamanan.
Perusahaan yang mengambil tindakan tersebut antara lain perusahaan pialang Nomura, Mitsubishi UFJ Financial Group, maskapai ANA, serta East Japan Railway.
Asahi Group Holdings juga menangguhkan sementara sejumlah situs web dan sistemnya untuk menilai dampak keamanan. Sementara itu, Tokio Marine Holdings menangguhkan situs web grup perusahaan.
Kementerian Keuangan dan Badan Meteorologi Jepang turut membatasi sebagian layanan daring untuk menerapkan langkah pengamanan. Badan Pajak Nasional Jepang juga menghentikan sementara layanannya.
Di Prancis, perusahaan telekomunikasi Orange menangguhkan sementara akses ke sejumlah situs web dan aplikasi berbasis PHP di beberapa anak perusahaannya.
Sementara itu, penyedia layanan teknologi informasi milik negara Finlandia, Valtori, melanjutkan pemasangan pembaruan keamanan PHP sepanjang malam setelah menutup layanan web publik pemerintah sehari sebelumnya. Valtori kemudian mulai mencabut pemblokiran layanan secara bertahap.
Direktur Jenderal Valtori Hannu Naumanen mengatakan pemulihan layanan dapat memakan waktu beberapa hari hingga beberapa pekan karena sistem harus diuji secara cermat setelah pembaruan diterapkan.
Namun, Valtori menyatakan penghentian layanan tersebut bukan disebabkan oleh eksploitasi kerentanan atau pembobolan siber. Perusahaan juga mengatakan tidak mengetahui adanya eksploitasi aktif terhadap celah tersebut.
Di Asia, Kementerian Perindustrian Cina meminta organisasi dan pengguna memeriksa sistem serta memperbarui PHP ke versi aman terbaru. Pemerintah Cina juga merekomendasikan penguatan pemantauan keamanan siber dan penggantian akun, kata sandi, serta kunci akses jika diperlukan.
Korea Selatan menaikkan tingkat kewaspadaan keamanan siber sektor swasta dan mengaktifkan langkah tanggap darurat karena meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko serangan peretasan.
Celah Hacker Ditemukan dengan Bantuan AI
Dalam siaran pers pada Rabu (21/10) waktu AS, OpenAI menjelaskan bahwa perusahaan memimpin koalisi pengelola perangkat lunak, peneliti, dan penyedia keamanan untuk menangani kerentanan kritis pada PHP.
OpenAI menyebut perusahaan keamanan siber Calif menemukan celah kritis menggunakan model kecerdasan buatan GPT-5.6 Sol melalui inisiatif Patch the Planet. Perusahaan keamanan siber Wiz juga secara independen menemukan dan melaporkan kerentanan tersebut.
Pengelola PHP memimpin proses perbaikan dan penerbitan pembaruan keamanan. OpenAI bersama mitra, termasuk Wiz dan Cloudflare, memberikan dukungan penelitian, teknis, serta koordinasi untuk menyiapkan perlindungan sebelum kerentanan diumumkan.
Dikutip dari Reuters, kerentanan tersebut telah berada dalam perangkat lunak selama bertahun-tahun sebelum ditemukan menggunakan AI. Pengembang PHP kemudian merilis perbaikan pada Rabu (21/10) dan mendesak pengguna segera memperbarui sistem.
Namun, Madeline Lawrence mengatakan detail kerentanan telah dipublikasikan sebelum perbaikan siap, sementara serangan mulai dilaporkan setelah pengungkapan tersebut.
Kondisi itu memperlihatkan risiko ketika informasi mengenai celah keamanan diketahui publik sebelum seluruh sistem yang rentan diperbarui.
OpenAI menyatakan prioritas bagi organisasi pengguna PHP saat ini adalah menerapkan perbaikan keamanan. Perusahaan juga menyediakan pemeriksa versi PHP melalui Codex untuk membantu operator mengenali versi yang berpotensi rentan dan menentukan pembaruan yang sesuai.
Pembaruan Sistem Bisa Sampai Berminggu-minggu
Kepala Keamanan Asosiasi Industri Digital Jerman Bitkom, Felix Kuhlenkamp, mengatakan banyak operator besar telah melakukan pembaruan. Namun, proses itu dapat memakan waktu lebih lama bagi organisasi kecil dan sistem teknologi informasi yang kompleks.
Situs yang menggunakan PHP versi lama tanpa pembaruan keamanan mungkin memerlukan peningkatan sistem secara menyeluruh.
Situasi itu menjadi tantangan bagi perusahaan dan pemerintah yang bergantung pada perangkat lunak lama untuk menjalankan layanan digital. Pengamanan tidak cukup dilakukan dengan menemukan celah, tetapi juga memerlukan pembaruan, pengujian, dan pemulihan layanan secara hati-hati.
Bagi OpenAI, penemuan kerentanan PHP menunjukkan kemampuan AI untuk mengungkap kelemahan keamanan dengan dampak luas. Namun, kemampuan serupa juga berpotensi membantu penyerang mengembangkan perangkat dan metode eksploitasi.
Oleh karena itu, penanganan kerentanan siber itu membutuhkan koordinasi antara pengembang perangkat lunak, peneliti keamanan, penyedia teknologi, serta organisasi pengguna agar celah yang ditemukan dapat segera diperbaiki sebelum dimanfaatkan lebih jauh.