Ramai Isu 90% Internet RI Lewat Singapura, Menteri Komdigi Singgung Kabel Laut

ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/nym.
Foto udara proses penarikan kabel fiber optikÊEcho bawah laut di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Rabu (22/6/2022).
Penulis: Desy Setyowati
27/10/2026, 20.18 WIB

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyinggung peran Indonesia dalam jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) internasional yang menghubungkan Singapura. Ia menyebut sebagian besar jalur kabel laut yang mendarat di Singapura melewati perairan Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Meutya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (27/10). Unggahan ini muncul setelah ramai pemberitaan mengenai klaim mantan anggota parlemen Singapura Calvin Cheng bahwa 90% lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura.

“Kita tidak perlu geram. SKKL yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,” tulis Meutya.


 (Instagram @meutya_hafid)

Ia juga menyebut, apabila kabel laut tersebut terputus atau dipotong, 80% kapasitas konektivitas Singapura terancam lumpuh.

“Jika terpotong atau dipotong, 80% kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh,” tulisnya.

Meutya turut menyoroti besarnya jumlah penduduk Indonesia yang terhubung ke internet. Menurut dia, jumlah penduduk Indonesia mencapai 47 kali lipat dari Singapura, dengan 267 juta masyarakat Indonesia terhubung ke internet.

Ia mengatakan besarnya jumlah pengguna internet Indonesia menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam melihat posisi kedua negara dalam ekosistem digital.

“Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,” tulis Meutya.

Meutya mengingatkan agar infrastruktur digital tidak dipandang hanya dari kepentingan satu negara. Menurut dia, infrastruktur tersebut perlu dijaga bersama untuk mendukung konektivitas global.

“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global,” tulisnya.

Sebelumnya, eks anggota parlemen nominasi Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, mengunggah infografik berjudul Indonesia's Internet Dependence on Singapore melalui akun X @calvinelcheng.

Infografik tersebut menyebut 90% lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura. Calvin hanya menyertakan keterangan singkat, yakni “Cut?” atau “Potong?”.

Unggahan itu muncul di tengah kebijakan pemerintah Indonesia mengurangi pasokan gas alam ke Singapura. "Kami adalah orang-orang yang beradab yang taat hukum. Kami jelas tidak akan melakukan ini," Calvin menambahkan.

Angka 90% yang tercantum dalam infografik tersebut juga pernah disampaikan oleh Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi Denny Setiawan pada Juni 2026.

Denny menyebut sekitar 90% lalu lintas data atau traffic internet Indonesia masih bergantung pada jalur konektivitas yang melewati Singapura.

“Jujur, sekarang traffic kita 90% tergantung Singapura,” kata Denny dalam diskusi pada ajang Selular Award 2026 di Jakarta, 8 Juni 2026, dikutip dari Antara.

Denny mengatakan Indonesia perlu membangun lebih banyak jalur alternatif konektivitas digital agar tidak bergantung pada satu titik lalu lintas data internasional. Diversifikasi jaringan diperlukan untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan infrastruktur digital nasional.

Isu ketergantungan konektivitas internet tersebut menjadi perhatian di tengah hubungan Indonesia dan Singapura yang turut disorot akibat kebijakan pengurangan pasokan gas alam. Pemerintah Indonesia mulai mengurangi pasokan gas ke Singapura pada 24 Oktober untuk mengalihkan pasokan bagi kebutuhan listrik dan industri dalam negeri, terutama di Batam, Bintan, dan Sumatra.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.