Perlahan tapi Pasti, Jakarta Dihijaukan Green Office
Konsep kantor ramah lingkungan alias green office semakin populer di Jakarta. Berdasarkan data Knight Frank Indonesia, pasokan green office saat ini mencapai sekitar 37 persen dari total perkantoran di pusat bisnis atau Central Business District (CBD) Jakarta. Kawasan ini mencakup area tulang punggung ekonomi seperti Sudirman, Thamrin, Kuningan, dan Gatot Subroto.
Artinya, dari total 7,3 juta meter persegi ruang kantor di pusat bisnis Jakarta, sekitar 2,7 juta meter persegi adalah green office. “Ini bukan angka kecil dan tentu bukan tanpa pengorbanan. Green office adalah investasi jangka panjang, sekaligus refleksi dari meningkatnya awareness kita terhadap sustainable development,” kata Senior Researcher Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat dalam Konferensi Pers Outlook Property 2026, di Jakarta, Jumat (23/1).
Green Office bukan sekadar soal tanam pohon, tapi cara kerja kantor yang menekan dampak lingkungan, lewat penghematan pemakaian listrik, air, kertas; pengelolaan sampah; hingga kebiasaan kerja pegawainya yang mendukung penghematan sumber daya dan kelestarian lingkungan.
Tren kantor ramah lingkungan ini menunjukkan peningkatan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Dan, komitmen penurunan emisi karbon perusahaan.
Menurut Syarifah, lebih dari separuh responden dalam riset Knight Frank menyatakan bahwa bisnis dan gaya hidup ramah lingkungan adalah masa depan. “Bukan hanya karena kita mengikuti mainstream sustainable development, tapi karena ini adalah kebutuhan agar lingkungan hidup kita bisa bertahan lebih lama,” ujarnya.
Pantauan Knight Frank, banyak penyewa ruang kantor/bisnis berpindah dari gedung konvensional ke gedung berkonsep ramah lingkungan. Tingkat keterisian green office di kawasan pusat bisnis Jakarta mencapai 81,3 persen, sedangkan harga sewanya naik rata-rata sekitar 1,4 persen per tahun.
Tren ini dinilai potensial menjadi game changer bagi upaya penurunan emisi Jakarta. Pasalnya, sektor properti menyumbang sekitar 40 persen emisi perkotaan. “Jadi green office ini adalah salah satu jalan paling nyata menuju pembangunan berkelanjutan dan target nol emisi,” ujar Syarifah.
Merujuk pada data perusahaan konsultan properti Colliers, ada lebih dari 20 gedung perkantoran di Jakarta yang memiliki sertifikat bangunan hijau, antara lain The Energy, Menara Astra, dan WTC 3.