Kualitas Udara Tangsel Terburuk di Indonesia Pagi Ini, Masuk Kategori Tak Sehat

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Suasana gedung-gedung bertingkat dan perumahan warga dengan kabut polusi udara di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (7/9/2023). Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kualitas udara Tangerang Selatan pada Kamis (7/9) terburuk di Jabodetabek dengan indeks kualitas udara tercatat 135.
8/4/2026, 10.17 WIB

Kualitas udara Tangerang Selatan terpantau tidak sehat pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.12 WIB, poin AQI Tangerang Selatan mencapai lebih dari 150 atau masuk kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan.

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir pada Rabu (8/4).

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 152 atau dalam kategori tidak sehat
  2. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 132 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  3. Semarang, Jawa Tengah, dengan poin AQI 125 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  4. Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 103 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  5. Badung, Bali, dengan poin AQI 90 atau dalam kategori sedang

Sementara itu, Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 20. Disusul Kota Medan di Sumatera Utara dengan poin AQI 48. Kualitas udara keduanya tergolong baik. 

Kualitas udara yang tergolong baik dinilai menjadi waktu yang tepat untuk beraktivitas di luar ruangan.

"Ini adalah waktu yang ideal untuk melakukan aktivitas di luar ruangan dengan sedikit atau tanpa risiko yang ditimbulkan oleh udara yang dihirup," demikian pernyataan IQAir.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik memiliki poin AQI 0, tepatnya di Kopenhagen, Denmark. Di bawahnya adalah Oslo di Norwegia dengan poin AQI 6 dan Zagreb di Kroasia dengan poin AQI 11.

Berbanding terbalik dengan keadaan tersebut, kualitas udara di Kota Chiang Mai, Thailand, tergolong tidak sehat dan menjadi yang terburuk di dunia pagi ini. Berikut daftarnya:

  1. Chiang Mai, Thailand, dengan poin AQI 180 atau dalam kategori tidak sehat
  2. Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat
  3. Phnom Penh, Kamboja, dengan poin AQI 147 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  4. Hanoi, Vietnam, dengan poin AQI 144 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  5. Riyadh, Arab Saudi, dengan poin AQI 110 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori. 

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-15o.

Sedangkan kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.  Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas