Titik Api di Pagar Way Kambas Disebut Padam, Dilanjut Operasi Pendinginan
Kebakaran dilaporkan merayap di jalur aktivitas gajah sumatra dan satwa lainnya di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung, hingga menghanguskan area restorasi di kawasan tersebut. Namun, Balai TNWK menyatakan api di area tersebut sudah padam.
Humas Balai TNWK Riri Fitriandi mengonfirmasi bahwa pada Sabtu (24/10), terdapat titik api baru di dekat pagar mitigasi konflik gajah di Desa Muara Jaya, yang berada di sisi barat kawasan konservasi. Titik api juga berdekatan dengan area kerja Great Giant Food (GGF), perusahaan pertanian dan produksi pangan.
“Api tersebut sudah berhasil dipadamkan,” kata Riri kepada Katadata, pada Selasa (27/10).
Pusat Konservasi Gajah TNWK juga disebut aman dari api di titik baru ini, sebab berjarak sekitar 14 kilometer. Hingga saat ini, tidak ada laporan kematian satwa di ruang hidup ‘The Big Five Mammals’ itu. Tak hanya gajah, TNWK merupakan rumah bagi beberapa satwa dilindungi, seperti badak Sumatra, harimau Sumatra, tapir, dan beruang. Berbagai jenis satwa dan tumbuhan lainnya juga ada di kawasan tersebut.
Riri menyatakan area restorasi yang sebelumnya dikabarkan terbakar juga berada di dekat area kerja GGF. Dia menyebut api di area ini sudah padam.
Selain rangkaian api di titik baru, Riri mengatakan kebakaran lahan juga terjadi di wilayah Resor Cabang TNWK sejak September lalu. Area tersebut merupakan lahan gambut sehingga sulit dipadamkan.
“Saat ini sudah padam, namun masih dilakukan pendinginan. Terkadang asap masih muncul dari tanah, jadi personel langsung menyiram kembali,” ujarnya. Pendinginan, kata dia, juga akan dilakukan di Resor Susukan dan area Desa Muara Jaya.
Berdasarkan pemantauan satelit via SiPongi Kementerian Kehutanan, pagi ini tidak terdeteksi titik panas di kawasan konservasi tersebut. “Dari kemarin hingga saat ini api tidak terdeteksi di satelit ya, namun asap di Resor Cabang sesekali masih terlihat dan langsung diambil tindakan,” ujarnya.
BNPB: 34 Titik Api dan 16 Hektare Kebakaran Belum Padam
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (24/10), terdeteksi 34 titik api di TNWK dan menyisakan 16 hektare area yang masih terbakar. Pemadaman telah dilakukan BNPB bersama sejumlah lembaga terkait sejak September lalu.
“Saat ini kami fokuskan lagi menangani kebakaran hutan dan lahan tersebut,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Berton Panjaitan, dalam konferensi pers, pada Senin (26/10).
Untuk melanjutkan operasi pemadaman, Berton menjelaskan penerapan sejumlah strategi, mencakup pembagian personel pemadaman berdasarkan daerah operasi, mengutamakan keselamatan seluruh personel, memperkuat pemantauan titik api dan pelaporan, memperluas pemadaman dengan peralatan efektif, integrasi pantauan udara dan informasi darat, serta menelusuri penyebab dan mencegah titik api baru.
“Kami tetap mengimbau agar tidak ada yang melakukan pembakaran, untuk memberikan lahan ataupun dengan alasan apapun, sehingga tidak ada lahan yang terbakar,” ujar Berton.