Patungan untuk Hutan Bakal Bangun Stasiun Pemadam Kebakaran Hutan di Kalimantan

Instagram @irwandiferry
Gambar rencana pembangunan stasiun pemadam kebakaran hutan dan lahan yang akan dibangun di Kalimantan dengan menggunakan dana crowdfunding Patungan untuk Hutan.
28/10/2026, 13.23 WIB

Stasiun pemadam kebakaran hutan dan lahan akan dibangun di kawasan konservasi kelolaan Yayasan Kalaweit, di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Stasiun ini adalah hasil gerakan masyarakat yang mengumpulkan dana (crowdfund) lewat “Patungan untuk Hutan”.

Rencana pembangunan stasiun ini disampaikan Pendiri Malaka Project sekaligus penggagas gerakan Patungan Hutan, Ferry Irwandi, melalui unggahan Instagramnya. Sebagai catatan, rencana pembangunan stasiun pemadam kebakaran baru satu dari sekian banyak program hasil patungan masyarakat, yang kini telah mencapai Rp14 miliar sejak dikumpulkan pada awal September lalu.

“Teman-teman, bersama Andrew Kalaweit kami akan membangun firefighter station lengkap dengan penunjangnya, serta kami juga sudah memesan mobil pemadam kebakaran khusus yang digunakan untuk penanganan kebakaran hutan di Kalimantan,” kata Ferry dalam unggahannya di Instagram, dikutip pada Rabu (28/10).

Ferry mengatakan pengadaan dan pembangunan stasiun ini akan menggunakan dana sekitar Rp1,15 miliar. Dalam unggahannya, dia turut menyertakan gambar rencana sarana prasarana yang akan disediakan. 

Aktivis lingkungan Andrew Kalaweit kemudian menambahkan, stasiun pemadam kebakaran akan membantu Yayasan Kalaweit dalam memperkuat penjagaan kawasan dan penanganan api di kemudian hari. Rencananya, stasiun bakal beroperasi selama 24 jam penuh.

“Jadi selain untuk melawan api, juga digunakan sebagai basecamp Tim Kalaweit atau ANUA (Aksi Nyata untuk Alam) untuk patroli kawasan. Memastikan semua aman dari penebangan liar dan pemburu,” ujar Andrew.

Sebagai informasi, Yayasan Kalaweit didirikan oleh pria asal Prancis, Aurélien Francis Brulé atau lebih dikenal sebagai Chanee Kalaweit. Lembaga ini mulanya fokus pada konservasi hutan dan satwa liar owa di Kalimantan. Bersama anaknya, Andrew Kalaweit, Chanee juga terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan Kalimantan.

Gotong Royong Selamatkan Hutan

Penggalangan dana “Patungan untuk Hutan” dibuka pada awal September 2026 dengan target menghimpun dana sebesar Rp50 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat perlindungan hutan di Kalimantan, termasuk restorasi ekosistem melalui skema Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Restorasi Ekosistem (PBPH-RE).

Ferry mengatakan aksi kolektif yang diinisiasinya bertujuan mendukung mereka agar hutan tidak terus-menerus ditebang, dibakar, dan disalahgunakan untuk kepentingan industri.

Menurutnya, masyarakat penjaga hutan juga membutuhkan sumber penghidupan agar tidak bersandar pada opsi menjual atau melepas lahannya kepada industri. Karena itu, fokus gerakan ini adalah menjaga hutan tetap tumbuh sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan manfaat ekonominya. 

Dana yang berhasil dihimpun akan disalurkan melalui kelompok masyarakat yang memiliki legalitas, rekam jejak, wilayah kerja, serta program yang jelas. Dana dapat disalurkan terutama untuk program mitigasi dan penanganan karhutla, serta restorasi ekosistem.  

Dengan pendekatan konservatif, Ferry memperkirakan dana hingga Rp50 miliar mampu melindungi dan memulihkan 10 ribu hingga 25 ribu hektare hutan. Dana tersebut juga ditargetkan dapat merestorasi sekitar 1.000 hektare hutan rusak dan menanam 1,5 juta hingga 1,6 juta bibit pohon.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas