Dikepung Kebakaran Hutan, Polusi di Pontianak Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/foc.
Pengendara motor dengan masker melintasi jalan yang diselimuti kabut asap di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (28/7/2026). Berdasarkan pantauan IQAir pada Selasa (28/7), kualitas udara di Kota Pontianak berada pada kategori Very Unhealthy (sangat tidak sehat) dengan indeks AQI 222 akibat tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 yang mencapai 147 µg/m³.
5/8/2026, 08.39 WIB

Kota Pontianak di Kalimantan Barat memimpin daftar wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Rabu (5/8) pagi. Dari pantauan situs IQAir pukul 07.37 WIB, kualitas udara Pontianak tergolong sangat tidak sehat dengan poin AQI 232.

Dalam kategori tersebut, semua orang rentan mengalami efek kesehatan. Karena itu, IQAir menyarankan setiap orang untuk menghindari olahraga di luar ruangan, serta merekomendasikan penggunaan masker polusi di luar ruangan dan hanya keluar rumah jika diperlukan. Sedangkan pada kelompok sensitif, diminta untuk lebih waspada. 

"Kelompok yang sensitif seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang dengan penyakit jantung dari paru harus tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas," demikian dikutip dari laman IQAir pada Rabu (5/8).

Mengutip Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat tengah memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah sebagai wilayah dengan karhutla paling parah. Adapun Pontianak berada di antara Kubu Raya dan Mempawah.

BPBD Kalimantan Barat menjelaskan, asap dari tiga wilayah tersebut mulai memasuki Kota Pontianak, hingga berpotensi mengganggu operasional Bandara Supadio di Kubu Raya dan aktivitas di pelabuhan.

Selain Pontianak, beberapa wilayah lainnya juga tercatat memiliki kualitas udara buruk pagi ini. Berikut daftarnya:

  1. Pontianak, Kalimantan Barat, dengan poin AQI 232 atau dalam kategori sangat tidak sehat,
  2. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 178 atau dalam kategori tidak sehat,
  3. Jakarta, dengan poin AQI 175 atau dalam kategori tidak sehat,
  4. Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat,
  5. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 160 atau dalam kategori tidak sehat,
  6. Tangerang, Banten, dengan poin AQI 156 atau dalam kategori tidak sehat.

Sementara itu, Kota Pekanbaru di Riau memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 58. Namun, kualitas udara Pekanbaru masih tergolong dalam kategori sedang. 

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara paling sehat hanya mencatatkan poin AQI 9, tepatnya di Canberra, Australia. Berikutnya, ada Lisbon di Portugal dan Auckland di Selandia Baru dengan poin AQI 15. Kualitas udara ketiganya masuk kategori baik.

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, sejumlah kota besar di dunia justru memiliki kualitas udara yang tergolong tidak sehat. Jakarta termasuk di dalamnya, berikut daftarnya:

  1. Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 184 atau dalam kategori tidak sehat,
  2. Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 175 atau dalam kategori tidak sehat,
  3. Kampala, Uganda, dengan poin AQI 165 atau dalam kategori tidak sehat,
  4. Portland, Amerika Serikat, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat,
  5. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 162 atau dalam kategori tidak sehat.

Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.

Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas