Dipindah dari Yogyakarta, Gajah Deo dan Sinta Tiba di Tabang Zoo Kaltim
Dua gajah sumatra Deo dan Sinta telah tiba di Tabang Zoo, Kalimantan Timur, setelah menempuh perjalanan panjang dari Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, sejak Jumat (14/8). Translokasi satwa dilindungi ini, disebut sebagai bagian dari upaya pengelolaan populasi.
Kabar tibanya Deo dan Sinta disampaikan pihak pengelola Gembira Loka Zoo melalui akun Instagram resmi pada Selasa (18/8) malam.
“Setelah menempuh perjalanan panjang dari Yogyakarta menuju Kalimantan Timur melalui darat, laut, dan sungai, keduanya kini berada di Tabang Zoo,” demikian dikutip dari akun Instagram @gembiraloka.zoo, pada Rabu (19/8).
Dalam unggahan tersebut disampaikan, sesampainya di lokasi, Deo dan Sinta diberi waktu untuk istirahat dan mulai mengenali lingkungan barunya.
Sebelumnya, perjalanan Deo dan Sinta menarik kekhawatiran publik, mengingat jauhnya jarak dan mempertimbangkan moda transportasinya. Gajah diangkut menggunakan truk terbuka yang tampak tak terlalu luas bagi keduanya, untuk melintas di jalur darat.
Akan tetapi, Kementerian Kehutanan memastikan, perpindahan yang telah disiapkan sejak 2025 ini dilakukan secara aman, bertanggung jawab, dan memenuhi prinsip kesejahteraan satwa. Perjalanan Deo dan Sinta didampingi oleh Polisi Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, tim BKSDA Kalimantan Timur, tim mahout, dokter hewan, serta ahli penanganan gajah.
Sebelum diberangkatkan, tim medis dan ahli penanganan gajah menguji secara menyeluruh kondisi kesehatan fisik serta perilaku Deo dan Sinta.
“Keberangkatan baru diizinkan setelah seluruh hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan dua gajah berada dalam kondisi prima dan siap menempuh perjalanan jauh,” demikian dikutip dari siaran resmi Kemenhut.
Menurut pernyataan Kemenhut, pemilihan Tabang Zoo sebagai lokasi penempatan yang baru juga sudah melalui serangkaian verifikasi dan kelayakan teknis dari BKSDA Kalimantan Timur.
Deo dan Sinta mulanya berasal dari Linggoasri, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak 30 September 2024, keduanya dititiprawatkan sementara di Gembira Loka Zoo.
Seiring berjalannya waktu, menurut Kemenhut, pengelolaan populasi gajah di Gembira Loka Zoo perlu disesuaikan dengan kapasitas yang tersedia untuk menjaga standar kesehatan satwa.
“Atas pertimbangan tersebut, Deo dan Sinta yang merupakan satwa titipan BKSDA DIY diserahterimakan kepada BKSDA Kalimantan Timur untuk selanjutnya dititiprawatkan di Tabang Zoo,” demikian dikutip.
Translokasi ini disebut untuk memastikan keduanya memperoleh ruang gerak, perawatan, fasilitas, serta lingkungan yang sesuai kebutuhan dan standar kesejahteraan satwa.
Adapun mengutip pernyataan komunitas advokasi For Gajah Rahman, Tabang Zoo merupakan lembaga konservasi eksitu milik salah satu grup perusahaan tambang.
“Menurut penelusuran kami, sepertinya Tabang Zoo hanya dapat diakses oleh karyawan perusahaan atau yang sudah dapat izin kunjungan dari perusahaan,” demikian dikutip dari @forgajahrahman.