Profil Gilarsi Wahju Setijono, Eks Bos PT Pos dan VKTR yang Jadi CEO Perminas

Dok. VKTR
Gilarsi Wahju Setijono, Presiden Direktur PT Perminas (Persero).
Penulis: Mela Syaharani
19/2/2026, 17.19 WIB

Gilarsi Wahju Setijono telah diangkat menjadi Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas, badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki mandat untuk mendukung hilirisasi mineral. Mantan CEO PT Pos dan Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) ini akan mengawal pengelolaan mineral jarang (rare earth minerals) di Indonesia.

Keberadaan Gilarsi sebagai pucuk pimpinan Perminas itu terkonfirmasi dalam siaran pers Danantara pada 17 Februari 2026 yang mengumumkan kerja sama Perminas dengan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM) dari Gabon dalam pengelolaan rantai nilai hilir mineral jarang di Indonesia. 

Kerja sama tersebut mencakup evaluasi pengembangan sumber daya niobium dan mineral jarang di proyek Maboumine, Gabon, serta potensi pembangunan rantai nilai hilir mineral jarang di Indonesia, mulai dari pemurnian hingga manufaktur magnet permanen.

President Director (CEO) Perminas Gilarsi Wahju Setijono mengatakan, perusahaan berkomitmen mendorong pencapaian tujuan strategis Indonesia di sektor mineral kritis dan industrialisasi hilir. 

“MoU ini menciptakan jalur yang terstruktur untuk menilai peluang yang menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai hilir, selaras dengan tata kelola yang kuat dan prioritas nasional jangka panjang,” kata Gilarsi, dikutip Kamis (19/2).

Profil Gilarsi Wahju Setijono

Gilarsi adalah lulusan Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1987. Perjalanan karier Gilarsi dimulai di tahun yang sama ketika ia lulus dari ITB.

Sebelum menjabat sebagai CEO Perminas, pria berusia 64 tahun ini menjabat sebagai Direktur Utama VKTR sejak 2022. Mengutip keterangan di laman resmi VKTR, Gilarsi adalah seorang eksekutif dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di berbagai industri. Mulai dari otomotif, logistik, investasi, teknik, manufaktur, hingga elektronik.

Berdasarkan laman LinkedIn, pekerjaan pertama Gilarsi adalah sebagai manajer produksi di Upprindo Utama Leather Manufacture sejak 1987 hingga 1991. Sejak 2022, dia menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) di VKTR, anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) yang bergerak di bidang kendaraan listrik.

Kendati demikian, perjalanan karier Gilarsi di Bakrie sudah dimulai sejak 1991. Kala itu dia menduduki jabatan sebagai Senior Business Development Manager di BNBR hingga 1994. Posisi ini merupakan pekerjaan keduanya setelah lulus dari ITB.

Setelah itu, Gilarsi melanjutkan kariernya sebagai Plant Manager di KDI Ceramic Tiie Manufacture pada 1995 hingga 1997.

Gilarsi juga cukup lama berkecimpung di Phillips, hal ini ditandai dengan beberapa jabatan yang pernah diemban olehnya. Seperti Manajer Operasi Philips Lightning (1997-2002), Direktur Restrukturisasi Bisnis Philips Lighting Luminaires ASEAN dan Pasifik (2002-2004), Direktur Philips Lighting Luminaires ASEAN dan Pasifik (2004-2005), dan Direktur Philips Lighting Electronics Asia Pasifik (2005-2006).

Usai menamatkan beberapa posisi di Phillips, Gilarsi kemudian didapuk menjadi Managing Director Psi Technologies Inc. dan Merrill Lynch Investment dari 2006 hingga 2008.

Setelah itu, Gilarsi mulai duduk di kursi pimpinan tertinggi, sebagai Chief Executive Officer di Shafira Corporation antara 2008 hingga 2012. Dia juga menjabat sebagai komisaris di perusahaan yang sama pada tahun 2012 hingga 2015.

Gilarsi juga pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) di Adyawinsa Autobody dari 2012 hingga 2015.

Sebelum bergabung di Perminas, Gilarsi juga tercatat sebagai Komisaris Independen di PT Satria Antaran Prima Tbk sejak 2021. Gilarsi juga pernah dipercaya sebagai CEO PT Pos Indonesia di era Menteri BUMN Rini Soemarno, pada 2015 hingga 2020.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani