Merger Dikebut, Garuda (GIAA) Bakal Jadi Holding Maskapai BUMN Kuartal I 2026

Nur Hana Putri Nabila
13 Februari 2026, 09:43
garuda indonesia, danantara
ANTARA FOTO/Khalis Surry/foc.
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menargetkan proses merger atau penggabungan usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dengan Pelita Air rampung pada kuartal pertama 2026. 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, Garuda Indonesia nantinya akan menjadi holding maskapai BUMN usai aksi korporasi itu. Menurutnya, setiap lini bisnis harus menyatu ke dalam ekosistem maskapai Garuda Indonesia.

Ia juga meyakinkan bahwa Danantara telah melakukan perbaikan pada bisnis  Garuda Indonesia. “Pasti kami harus monitor juga proses transformasi daripada Garuda Indonesia, ini nantinya lebih bagus,” kata Dony di Jakarta usai CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, dikutip Jumat (13/2). 

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) itu juga menegaskan tidak akan ada pengurangan tenaga kerja setelah merger rampung. 

 “Makanya proses konsolidasi ini kami menghindari ada pengurangan orang, mereka akan dibawa,”kata Dony. 

Merger untuk Cegah Kanibalisme Pasar 

Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara Febriany Eddy sebelumnya mengatakan, rencana merger kedua maskapai ini perlu dilakukan untuk memastikan tidak terjadinya kanibalisme. Menurut dia, Garuda dan Citilink pun tidak diperbolehkan saling mengambil pasar.  

“Tadi kuncinya adalah dalam rencananya pasti akan dipastikan untuk tidak saling cannibal. Orang Garuda–Citilink aja kami tidak izinkan, apalagi nanti Pelita,” ujar Febri di Kantor Danantara, Jumat (14/11).    

Menurutnya, langkah penggabungan usaha perlu dieksekusi dulu sebelum lanjut ke tahapan berikutnya. Bagian terpenting dari proses streamline adalah menghilangkan kompetisi internal dan potensi saling kanibal.    

“Nah bagaimana segmentasinya, branding-nya itu tunggu lah, tunggu,” kata Febri. 

Febriany juga menilai Pelita Air memiliki banyak praktik baik yang dapat diadopsi oleh entitas lain di maskapai.  

Likewise ada best practice di Citilink dan Garuda yang harus menjadi manfaat dari Pelita Air. Jadi disitu kami saling memperkuat diri,” ujar Febri.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...