IHSG Hari Ini Diramal Lanjutkan Koreksi Setelah Pekan Lalu Ambruk 2,8%
Indeks harga saham gabungan atau IHSG terkoreksi hingga 2,77% ke level 5.773,12 pada periode perdagangan sepekan kemarin. Sejumlah analis memperkirakan IHSG hari ini, Senin (24/5), masih berpeluang melanjutkan tren negatifnya.
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan IHSG hari ini turun lantaran secara teknikal tekanana jual masih cukup tinggi. Bahkan ia memperkirakan IHSG akan terkoreksi dalam jangka menengah.
"Area support IHSG hari ini ada di antara 5.730 dan 5.688. Sedangkan area resisten di rentang 5.880 dan 5.826. Investor cenderung menunggu kebijakan Bank Indonesia terkait suku bunga dan perekonomian di kuartal II-2021," kata Dennies dalam riset tertulisnya.
Sebagai informasi, area support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga saham biasanya akan kembali naik karena meningkatnya pembelian. Namun jika tembus, harga saham akan terus turun untuk menemukan titik support baru.
Sebaliknya, resisten adalah tingkat harga saham yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual saham yang cukup besar sehingga menghambat laju kenaikan harganya.
Menurut Dennies, ada beberapa saham yang layak untuk menjadi perhatikan pelaku pasar pada perdagangan hari ini, yaitu saham Adaro Energy (ADRO), Sarana Menara Nusantara (TOWR), dan PP London Sumatra Indonesia (LSIP).
Senada dengan Dennies, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, hari ini IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi. Berdasarkan analisis teknikalnya, area pergerakan IHSG ada di level 5.711 dan 5,860.
Menurutnya, pola pergerakan IHSG masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir. Sedangkan fluktuasi nilai tukar rupiah juga turut mewarnai pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.
"Selama support level terdekat dapat dipertahankan dengan kuat maka IHSG masih memiliki peluang untuk kembali pada jalur tren kenaikan jangka pendeknya," katanya.
Menurut William, beberapa saham yang menarik untuk diperdagangkan pada perdagangan hari ini di antaranya Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Kalbe Farma (KLBF), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Telkom Indonesia (TLKM).