Catat Perdana Saham, Harga Saham Habco Trans Maritima Sempat Naik 31%

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Petugas membersihkan patung di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/6/2022).
26/7/2022, 09.49 WIB

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) melakukan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (26/7) hari ini.

Saat debut perdana melantai di pasar modal, harga saham emiten berkode HATM ini tercatat naik 6,25% ke level Rp 170 dari level penawaran umum perdana Rp 160. Harga saham kemudian melonjak hingga 31,25% ke level Rp 210 pada pagi hari, sebelum akhirnya kembali menukik tajam.

Berdasarkan data BEI, saham ditransaksikan sebanyak lebih dari 32.000 kali dengan volume 389,68 juta saham senilai Rp 63,31 miliar pada pukul 9.45 WIB. 

Berdasarkan prospektus, perseroan melepas sebanyak 1,22 miliar saham atau setara 17,89% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Adapun, perseroan menawarkan harga Rp 150 hingga Rp 250 per saham dan akhirnya menetapkan harga penawaran Rp 160 per saham.

Habco meraih dana Rp 179 miliar dari investor publik. Total penawaran umum perusahaan, termasuk konversi utang dan program ESA mencapai Rp 224 miliar.

“Kami cukup senang dengan hasil penawaran umum yang telah dicapai, mendapatkan oversubscribe sebesar 57,26 kali bukanlah sesuatu yang mudah,”kata Direktur Utama HATM, Andrew Kam dalam rilis pada hari Selasa (26/7).

Lalu, perseroan juga mengadakan program alokasi saham pegawai atau employee stock allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 0,50% dari saham yang ditawarkan dalam IPO atau sebanyak 6,10 juta saham.

Bersamaan dengan itu, perseroan juga akan menerbitkan sebanyak saham biasa atas nama, dalam rangka pelaksanaan konversi atas pelaksanaan utang konversi senilai Rp 45 miliar dengan PT Samudra Sejahtera Investama (PT SSI) yang akan dilaksanakan bersamaan dengan IPO. 

Perseroan akan menggunakan seluruh dana hasil IPO untuk pembelian armada kapal bulker baru untuk mendukung kegiatan usaha perseroan. Perseroan menjelaskan armada kapal yang akan dibeli berupa bulk carrier supramax dengan kapasitas 53,000—57,000 DWT.

Sepanjang 2021, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 90,15 miliar atau naik 64.713,40% dari tahun sebelumnya, di mana perseroan merugi sebesar Rp 139,53 miliar.

Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan yang terjadi pada laba operasi sebesar 63.475,76%, di mana perseroan mulai menjalankan usaha secara komersial pada tahun 2021. Laba operasi perseroan pada 2021 yakni sebesar Rp 91,72 miliar dari sebelumnya rugi sebesar Rp 144,72 miliar di 2020.

Di tahun yang sama, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 252,93 miliar yang berasal dari pendapatan jasa pengangkutan dan demurrage. Adapun, beban pokok pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp 157,94 miliar yang berasal dari beban atas penyerahan jasa pengangkutan.

Hingga akhir Desember 2021, total nilai aset perseroan tercatat sebesar Rp 146,52 miliar, di mana terdapat penurunan saldo aset lancar sebesar 47,75% bila dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar Rp 280,43 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail