PT Bank National Nobu Tbk (NOBU) atau Bank Nobu mengumumkan Hanwha, melalui Hanwha Life Insurance, resmi mengakuisisi 2,99 miliar saham NOBU atau setara dengan 40% dari total saham yang ditempatkan dan disetor di Bank Nobu.

Akuisisi ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Tangerang pada Selasa (25/3) kemarin.

“Menyetujui rancangan pengambilalihan perseroan yang telah disusun bersama oleh Direksi Perseroan dan Direksi Hanwha Life yang telah disampaikan kepada OJK pada 2 Oktober 2024,” tulis manajemen dalam ringkasan risalah RUPST di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/3).

Sebelumnya menurut pengumuman resmi kedua perusahaan yang dipublikasikan media massa, dalam rancangan akuisisinya, Hanwha menyebutkan perusahaan berencana memiliki saham Bank Nobu untuk jangka panjang. Hanwha akan mengintegrasikan kemampuan digital Hanwha Life Insurance di bidang keuangan ke dalam operasional Bank Nobu.

Hanwha juga bakal berinvestasi di teknologi Big Data untuk mendukung produk dan layanan Bank Nobu yang akan dipasarkan melalui kanal digital.

Akuisisi Hanwha Bakal Membatalkan Merger Bank MNC dan Bank Nobu?

Munculnya Hanwha Life sebagai investor baru Bank Nobu muncul setelah proses penyatuan usaha atau merger Bank Nobu dengan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) belum juga terealisasi sejak diumumkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023 lalu.

Sebelumnya, OJK menyatakan bakal memaksa kedua bank itu merger jika mereka tak kunjung mencapai kesepakatan. Namun ketika dikonfirmasi kembali, OJK juga belum dapat memberikan kepastian terhadap rencana aksi korporasi tersebut.

Katadata.co.id mencatat OJK pernah mengatakan peluang mengawinkan paksa Bank MNC Internasional dan Nationalnobu. Tindakan ini dilakukan OJK jika kedua bank tidak mengimplementasikan merger atau penggabungan usaha.

Saat itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut Bank Nobu dan Bank MNC diberi kesempatan untuk berkomunikasi antara kedua belah pihak agar hasil merger tidak merugikan satu sama lain. Dian optimis merger Bank MNC dan Bank Nobu akan membuahkan hasil yang baik. Dia juga menyampaikan keduanya masih berkomitmen untuk melaksanakan merger dan tidak ada laporan mengenai batal merger.

"Tapi kalau suatu titik tertentu nanti pada waktunya itu apa namanya ada hambatan itu kita akan menggunakan merger paksa begitu," kata Dian saat ditemui di Gedung DPR, 2024 lalu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila