TOBA Disebut Kecipratan Proyek Patriot Bonds Danantara, Ini Penjelasan Manajemen

Katadata
PT TBS Energi Utama Tbk melakukan divestasi dua PLTU sebagai bagian dari komitmen netralitas karbon pada 2030, menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 1,3 juta ton CO2 per tahun.
26/8/2025, 14.50 WIB

Peluncuran obligasi patriotik atau Patriot Bonds yang tengah disiapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menjadi perhatian di kalangan pasar modal. Lewat program baru ini Danantara disebut bakal menghimpun dana hingga Rp 50 triliun. 

Berdasarkan keterangan resmi, gerakan investasi ini akan dialokasikan untuk beberapa proyek strategis salah satunya pengelolaan sampah nasional (waste management). Hal ini menguatkan rumor tentang pelibatan salah satu emiten yang bergerak di bidang waste management yaitu PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). 

TBS Energi Utama sebelumnya pernah terafiliasi dengan Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir. Tak hanya itu, Pandu juga sempat menjabat sebagai Wakil Direktur Utama TBS Energi Utama. 

Seiring dengan kabar terbaru dari Danantara yang akan meluncurkan Patriot Bonds, saham TOBA ikut melesat. Pada perdagangan hari ini harga saham TOBA telah melesat 20% dari Rp 1.150 pada pembukaan menjadi Rp 1.385. 

Harga saham TOBA sempat menyentuh rekor tertinggi di Rp 1.410. Adapun dalam sepekan Harga saham TOBA telah naik 36% dari Rp 1.025 pada perdagangan Rabu (20/8) 

Merespons rumor yang beredar, SVP Corporate Communication TOBA, Ratri Wuryandari atau disapa Rurie, mengatakan saat ini tidak ada pembicaraan atau kerja sama antara TBS Energi Utama dan Danantara. Meski begitu, ia menyebut perusahaan mendukung setiap inisiatif pembiayaan hijau.

“Namun fokus kami tetap menjalankan strategi transformasi sejalan dengan komitmen TBS2030 melalui tiga pilar bisnis hijau: pengelolaan limbah, kendaraan listrik, dan energi terbarukan,” kata Rurie ketika dihubungi Katadata.co.id, Selasa (26/8). 

Proyek Strategis TBS Energi 

Sepanjang 2024 TOBA telah mengakuisisi sejumlah perusahaan asal Singapura yakni Sembcorp Environment Pte. Ltd dan Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd. Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat portofolio TOBA di bidang energi terbarukan dalam mengelola sampah. 

Head of Corporate Finance & Investor Relations TOBA, Mirza Rinaldi Hippy, mengungkapkan perusahaan mulai masuk ke bisnis tersebut sejak Agustus 2023 melalui akuisisi Asian Medical & Bioservices. Proyek ini berfokus pada pengelolaan limbah medis dengan kapitalisasi pasar sekitar 55–90%.  

Salah satu nilai strategis dari aset ini adalah adanya unsur waste to energy yaitu limbah yang dikumpulkan dibakar, lalu uap (steam) hasil pembakaran tersebut dijual ke kawasan industri di Singapura. Proyek ini telah terikat dalam kontrak jangka panjang selama 20 tahun. 

“Kami menyukai bisnis yang memiliki karakteristik stable revenue generating, jadi bidang-bidang infra like bisnis seperti PLTU,” jelas Mirza dalam diskusi terbatas di Kantor TBS Energi Utama, Jakarta, Rabu (30/7).



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila