Di tengah upaya mempercepat transformasi bisnis, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mengantongi pinjaman baru senilai SG$ 345 juta atau setara Rp 5,32 triliun.
Harga saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) ditutup melonjak 7,18% ke Rp 448 pada perdagangan hari ini, Jumat (22/5). Namun saham itu tercatat masih terkoreksi 19,28% dalam 5 hari terakhir.
Beralihnya bisnis PT TBS Energi Utama Tbk atau TOBA dari batu bara, menunjukkan transformasi yang semakin bergantung pada sumber pendapatan berulang (recurring income) dan bersifat defensif.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) membukukan kinerja solid hingga kuartal pertama 2026 usai bertransformasi ke bisnis energi hijau dan meninggalkan sektor batu bara.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melanjutkan kegiatan eksplorasi di wilayah konsesi tambang batu bara miliknya di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sepanjang kuartal I 2026.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) bakal menggelar aksi korporasi berupa penambahan modal dengan skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue 1,39 miliar saham
IHSG diproyeksikan turun pada perdagangan Kamis (12/3). Analis merekomendasikan saham AADI, ADRO, dan TOBA sambil memprediksi level support dan resistance.
TBS Energi Utama (TOBA) mulai mengembangkan beberapa sumber pendapatan baru di tengah upaya beralih dari bisnis batu bara, terutama pada tiga pilar bisnis utama. Apa saja?
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tengah mengincar proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan target kapasitas sebesar 22 megawatt (MW).
Presiden Prabowo Subianto resmi mencabut 28 perusahaan yang melanggar aturan pemanfaatan hutan. Perusahaan-perusahaan itu beroperasi di tiga provinsi terdampak bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berencana untuk menaikan kapasitas setrum PLTS terapung Tembesi, Batam, sebagai strategi untuk mengekspor listrik hijau ke Singapura.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) akan melihat peluang untuk berinvestasi di proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau waste to energy (WtE) Danantara.
PT TBS Energi Utama Tbk berencana mengikuti lelang proyek pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan digelar PLN pada tahun depan.
Perusahaan kini resmi bertransformasi menuju bisnis hijau dan fokus pada tiga pilar utama bisnis, yakni pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.