Emiten penyedia layanan kesehatan, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), mengumumkan rencana ekspansi dengan membangun sejumlah rumah sakit baru hingga akhir 2026.
Head of Investor Relations MIKA, Aditya Widjaja, menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut akan berlokasi di Jakarta dan Jawa Timur. Salah satunya sudah hampir rampung dibangun di Jawa Timur dengan progres 93% dan ditargetkan beroperasi pada November tahun ini.
Dua rumah sakit lainnya, masing-masing di Jakarta dan Jawa Timur, saat ini sudah melewati tahap peletakan batu pertama. Progres pembangunan rumah sakit di Jakarta tercatat mencapai 29%, sementara proyek di Jawa Timur sebesar 25%. Ketiga rumah sakit tersebut memiliki kapasitas kurang lebih 200 tempat tidur.
“Harapannya bisa selesai di kuartal ketiga tahun 2026 mendatang,” ujar Aditya dalam acara Public Expose Live 2025 Bursa Efek Indonesia, Kamis (11/9).
Pada 26 Juni lalu, MIKA baru saja membuka satu rumah sakit di Jawa Barat dengan kapasitas 100 tempat tidur. Sementara itu, Aditya menyampaikan bahwa perseroan masih memiliki 7 lahan lagi yang dapat digunakan untuk membangun rumah sakit ke depannya.
MIKA berkomitmen untuk membuka satu hingga dua rumah sakit setiap tahun. Selain itu perseroan juga menargetkan dapat menambah 3-5% tempat tidur ke depannya dari total tempat tidur saat ini. Adapun MIKA telah memiliki sebanyak 857 tempat tidur.
Mengenai serapan belanja modal atau capital expenditure (Capex) dalam tahun ini, hingga semester pertama 2025, perseroan telah menggunakan sebesar Rp 359 miliar atau sebanyak 35% dari total Capex tahun ini, yakni Rp 1 triliun.
Sepanjang semester pertama 2025, MIKA membukukan laba bersih sebesar Rp 639,72 miliar. Angka tersebut naik 6,52% dibandingkan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 600,56 miliar.
Sementara pendapatan MIKA juga bertambah menjadi Rp 2,56 triliun dari Rp 2,45 triliun. Pendapatan tersebut didapat dari segmen rawat inap meningkat dari Rp 1,68 triliun menjadi Rp 1,74 triliun, begitupun rawat jalan dari Rp 772,02 miliar menjadi Rp 820,87 miliar.
Adapun beban pendapatan yang ikut menebal menjadi Rp 1,16 triliun dari Rp 1,13 triliun. Dari sisi saham, harga saham MIKA tercatat naik 1,30% atau 30 poin ke level 2.330 namun terpantau turun sejak satu pekan terakhir, yakni turun 2,92% dan turun 8,27% sejak awal tahun.