Mengintip Kans Dividen Vale Indonesia (INCO) di Tengah Penurunan Kinerja Usaha

ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa.
PT Vale Indonesia, Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (2/8/2024).
11/9/2025, 16.41 WIB

Laba emiten tambang anggota MIND ID, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tercatat anjlok hingga 32,4% year on year (yoy) menjadi US$ 25,24 juta atau sekitar Rp 415,05 miliar hingga semester pertama 2025. Padahal periode yang sama tahun lalu INCO mencatatkan laba US$ 37,28 juta atau sekitar Rp 614,35 miliar di paruh pertama 2024.

Merosotnya kinerja Vale Indonesia gara-gara laba pada kuartal kedua 2025 lesu, hanya meraup US$ 3,5 juta atau sekitar Rp 57,64 miliar. Torehan itu bahkan anjlok 83,94% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 21,8 juta atau Rp 359,09 miliar.

Di samping itu, apabila melihat dari sisi pendapatan, INCO juga lesu baik secara kuartalan maupun semesteran. Pada kuartal kedua 2025, pendapatan INCO menjadi US$ 220,2 juta, turun dari sebelumnya US$ 206,5 juta. 

Sepanjang semester pertama 2025, pendapatan sebesar US$ 426,7 juta, lebih rendah dibanding US$ 478,7 juta pada paruh pertama 2024. Di tengah lesunya kinerja Vale Indonesia, akankah perusahaan berkomitmen untuk membagikan dividen kepada pemegang saham?

Menanggapi penurunan kinerja, Direktur Independen sekaligus Chief Financial Officer Vale Indonesia, Rizky Andhika Putra, mengatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah inisiatif untuk memperbaiki performa keuangan. Salah satunya melalui peningkatan produksi untuk memanfaatkan momentum di semester kedua 2025. Ia menyebut dari sisi fundamental biaya perseroan juga kian membaik.

“Yang di mana kalau secara relatif pada paruh pertama sebelumnya, dan juga pada periode sebelumnya di kuartal 2024 juga, menunjukkan performa yang lebih baik,” kata Rizky dalam Public Expose 2025 secara virtual, Kamis (11/9). 

Terkait rencana pembagian dividen, Rizky menyebut fokus utama perseroan saat ini pada pengembangan belanja modal (capex). Menurutnya, capex menjadi faktor fundamental untuk menjaga daya saing Vale Indonesia sekaligus memenuhi kebutuhan pembangunan smelter yang terus dikembangkan ke depan.

“Tapi untuk dividen ya tentu nanti kalau misalkan dari sisi pengoperasiannya, dari sisi eksekusinya, ditemukan celah-celah yang bisa dieksplor, tentu tidak menutup kemungkinan perseroan menempuh evaluasi terkait pembagian dividen,” ucapnya. 

Jejak Dividen INCO

Sebelumnya emiten pelat merah itu membagikan dividen tunai dari tahun buku 2024 sebesar US$ 34,65 juta atau setara Rp 569 miliar. Pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 16 Juni 2025.  

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, pembagian dividen ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 16 Mei 2025. Dividen yang akan dibagikan mencapai 60% dari laba perseroan pada tahun buku 2024. 

"Sehingga setiap pemegang satu saham akan memperoleh dividen sebesar US$ 0,00329 (bruto)," demikian pernyataan manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (21/5).  

Pelaksana tugas (Plt) Presiden Direktur dan CEO Vale Indonesia Bernardus Irmanto sebelumnya mengatakan, keputusan pembagian dividen berdasarkan pertimbangan efisiensi kapital di market. Perusahaan juga menilai ada ruang untuk membagikan dividen dari kinerja tahun buku 2024.  

Adapun INCO terakhir kali membagikan dividen pada Mei 2023 untuk laba tahun buku 2022 senilai Rp 89,6 per saham.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila