PT Vale Indonesia menyebut ketiga proyek pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) mereka di Pulau Sulawesi ditargetkan ditargetkan selesai secara bertahap hingga 2027.
Kebocoran pipa minyak Vale di Sulawesi Selatan berdampak pada gagal panen 30 hektar sawah, dengan pemerintah dan Vale berkoordinasi untuk kompensasi dan restorasi lingkungan.
Laba emiten tambang anggota MIND ID, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tercatat anjlok hingga 32,4% year on year (yoy) menjadi US$ 25,24 juta atau sekitar Rp 415,05 miliar hingga semester pertama 2025.
Tim Disaster Risk Reduction Center (DRRC) atau Pusat Pengurangan Risiko Bencana (PRRB) Universitas Indonesia (UI) menginvestigasi penyebab kebocoran pipa minyak PT Vale Indonesia di Luwu Timur.
Danantara Investment Management bekerja sama dengan GEM Limited membangun fasilitas HPAL senilai US$1,42 miliar atau Rp 23 dengan kapasitas 66.000 ton nikel per tahun.
PT Vale Indonesia menghadapi kebocoran pipa minyak di Luwu Timur dengan tindakan cepat untuk isolasi dan prioritas penghentian penyebaran, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat setempat.