IHSG Diramal Naik, Analis Rekomendasikan Saham INKP, ISAT hingga CUAN

Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja beraktivitas di dekat layar yang menunjukan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Penulis: Karunia Putri
18/11/2025, 06.22 WIB

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan naik pada perdagangan hari ini, Selasa (18/11). Analis merekomendasikan saham PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP), PT Indosat Tbk (ISAT) hingga PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Indeks ditutup naik 0,55% ke level 8.416 di perdagangan Senin (17/11). Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG berpotensi melanjutkan tren naik pada perdagangan hari ini (18/11).

IHSG telah menembus level resistance minor di 8.443, yang membuka peluang untuk menguji kembali resistance fibonacci di level 8.486.

Menurut dia, tren bullish lanjutan hingga ke level 8.595 sangat mungkin segera terjadi, apabila posisi support terdekat di level 8.360 tetap bertahan.

Ia menyebut level support IHSG berada di Rp 8.360, 8.255, 8.163 dan 8.061. Sementara level resistance berada di Rp 8.586, 8.595 dan 8.703.

“Indikator MACD menunjukkan kondisi netral,” kata Ivan dalam keterangan resmi dikutip Selasa (18/11). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.

Ivan memberikan sejumlah saham yang dapat diperhatikan investor pada hari ini (18/11), yakni:

  • PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP), tahan penjualan (hold) dengan target harga terdekat di level 8.075
  • PT Indosat Tbk (ISAT), hold dengan target harga terdekat di level 2.310
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), hold dengan target harga terdekat di level 725
  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), beli di level 1.150 – 1.170, dengan target harga terdekat di level 1.290
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA), beli di level 2.250 – 2.320 dengan target harga terdekat di 2.500

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama juga mengatakan IHSG berada dalam fase uptrend didukung MA20 dan 60 yang berada dalam positif crossover. Di sisi lain, RSI juga menunjukkan sinyal positif.

Dari global, Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller menyuarakan dukungannya terhadap December Fed rate cut seiring dengan kekhawatiran terkait pelemahan pasar tenaga kerja AS

Di domestik, konsensus memperkirakan BI rate akan dipertahankan pada level 4,75% dalam hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Rabu (19/11). Hal ini diperkirakan demi menjaga stabilitas nilai tukar.

Nafan pun memberikan tiga rekomendasi saham yang dapat dicermati investor antara lain:

  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), beli di level 2.090-2.230, dengan target harga ke level 2.260, 2.390 dan 2.090
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), beli di level 6.825-7.175, dengan target harga ke level 7.250, 7.650 dan 9.200
  • PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), beli di level 1.405 - 1.445, dengan target harga ke level 1.470, 1.495 dan 1.520
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri