Mengapa Prabowo Tak Hadir Lagi di Pembukaan Bursa?

Katadata/Fauza Syahputra
Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman (kanan), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (keempat kanan), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (ketiga kana), Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (keempat kiri), Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara (kedua kiri) dan Anggota Dewan Komisioner OJK Inarno Djajadi (kiri) membuka perdagangan saham tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/1/2026).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
2/1/2026, 11.29 WIB

Para pejabat pasar modal buka suara terkait absennya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam seremonial pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia selama dua tahun berturut-turut.

Prabowo tidak menghadiri prosesi pembukaan perdagangan saham tahun 2026 hari ini, Jumat (2/1), meski sebelumnya telah dijadwalkan. Adapun pembukaan serta penandatanganan sertifikat dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar. 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang turut hadir dalam seremonial pembukaan perdagangan BEI menyebut, Presiden memiliki agenda kunjungan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. 

Dia mengatakan keberadaan Presiden di Aceh justru mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap persoalan masyarakat.

“Presiden lagi di Aceh, itu juga memunjukkan bahwa presiden amat peduli dengan masalah yang terhadap masyarakat,” kata Purbaya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1).

Berdasarkan Pantauan katadata.co.id, Prabowo pada (1/1) tengah berada di Aceh Tamiang untuk meninjau hunian sementara untuk korban bencana. Namun, ia telah kembali ke Jakarta pada Jumat pagi (2/1). 

Meski Prabowo absen hadir dalam acara pembukaan perdagangan, Purbaya menyebut komitmen Presiden terhadap masyarakat dan perekonomian nasional tetap kuat meskipun tidak hadir secara langsung dalam agenda pembukaan perdagangan saham di BEI.

“Artinya, yang lain pun nanti akan diperhatikan, termasuk ekonominya. Komitmen presiden terhadap masyarakat, terhadap ekonomi, amat kuat diperlihatkan dengan kunjungannya ke Aceh itu,” tambahnya.

Senada dengan Menkeu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menilai ketidakhadiran Presiden tidak menjadi persoalan bagi pasar modal.

“Enggak ada masalah, Presiden kan yang penting adalah dukungan kepada pasar modal, bukan kehadirannya,” kata Inarno.

Ia juga menyatakan, Presiden memiliki sejumlah agenda yang dinilai lebih prioritas.  “Banyak hal yang lebih penting juga seperti kemarin kan beliau baru dari Aceh, baru dari Medan segala macam. Tentunya itu yang menjadi prioritas saat ini,” ujarnya.

Meski tak dihadiri Prabowo, acara pembukaan perdagangan saham tahun 2026 terpantau dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Beberapa di antaranya, yakni Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri