Menilik Sederet Emiten Kendaraan Listrik: Ada VKTR, TRON, INDY hingga GOTO

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/tom.
Petugas mengisi daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 379 A Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
26/1/2026, 18.00 WIB

Sejumlah emiten tercatat memiliki fokus bisnis di pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Meski insentif pajak untuk kendaraan listrik di Indonesia telah berakhir, sektor ini masih menarik untuk dicermati.

Berakhirnya sejumlah stimulus fiskal tersebut diperkirakan mendorong kenaikan harga mobil listrik hingga 100%. Kendati demikian, pemerintah tetap optimistis kontribusi penjualan kendaraan listrik akan terus meningkat sepanjang 2026.

Insentif yang telah berakhir antara lain penundaan bea masuk impor kendaraan listrik utuh serta pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Kendati demikian, pemerintah masih mempertahankan sejumlah stimulus lain, seperti keringanan pajak kendaraan bermotor, bea balik nama, serta pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Di pasar modal, sejumlah emiten tercatat memiliki atau bahkan baru mengembangkan lini bisnis kendaraan listrik. Beberapa di antaranya justru mulai serius menggarap sektor ini saat insentif pajak resmi dihentikan. Emiten-emiten tersebut antara lain PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON), serta PT Indika Energy Tbk (INDY).

Emiten grup Bakrie VKTR menjadi salah satu pemain yang fokus pada kendaraan listrik, khususnya segmen kendaraan komersial. Perusahaan ini berakar dari PT Bakrie Steel Industries yang didirikan pada 2007 sebagai distributor kendaraan komersial dan komponen logam. Pada Maret 2022, perusahaan bertransformasi menjadi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, seiring pergeseran strategi menuju bisnis mobilitas rendah emisi.

Transformasi tersebut terwujud melalui pengembangan dan perakitan kendaraan listrik komersial serta distribusi suku cadang EV. Untuk mendukung produksi lokal, VKTR melalui anak usahanya PT VKTR Sakti Industries (VKTS) membangun fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial berbasis completely knocked down (CKD) di Magelang, Jawa Tengah. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat alih teknologi, riset dan pengembangan, serta perakitan kendaraan listrik merek global, termasuk BYD.

VKTR juga baru saja memperoleh katalis positif setelah memenangkan tender pengadaan 80 unit bus listrik TransJakarta. Dari jumlah tersebut, 50 unit telah dikirimkan sepanjang tahun ini, sedangkan 30 unit sisanya dijadwalkan rampung pada awal 2026.

“Tentu kami terus mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui TransJakarta untuk memperluas dan meremajakan armada berbasis kendaraan listrik,” ujar Direktur Operasional VKTR, Bimo Kurniatmoko, dalam paparan publik, seperti dikutip Senin (8/12).

Manajemen menilai 2026 akan menjadi fase pertumbuhan yang lebih kuat, didorong oleh peningkatan volume penjualan kendaraan listrik dan stabilnya kinerja segmen manufaktur suku cadang.

Di segmen roda dua, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membentuk perusahaan patungan bernama Electrum sejak 2021. Electrum mengembangkan ekosistem motor listrik terintegrasi, mulai dari desain battery pack, sistem penukaran baterai, stasiun swap, motor listrik, hingga sistem Internet of Things (IoT).

Pada 2024, Electrum meluncurkan motor listrik Electrum H3 dan H3i, serta stasiun penukaran baterai berkapasitas 12 slot. Hingga akhir tahun itu, Electrum telah mengoperasikan sekitar 4.000 unit motor listrik dan 300 stasiun penukaran baterai di Jakarta. Pada 2025, Electrum kembali meluncurkan model H1 dengan skema sewa milik, serta mencatatkan lebih dari 8 juta kali penukaran baterai.

Sementara itu, INDY melalui anak usahanya juga masuk ke bisnis kendaraan listrik roda dua dengan meluncurkan motor listrik ALVA One pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. INDY menargetkan pembangunan pabrik sepeda motor listrik di bawah PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI) dengan kapasitas produksi 100.000 unit per tahun, yang telah rampung pada November 2022.

Di bawah payung PT Ilectra Motor Group (IMG), ALVA fokus pada pengembangan kendaraan listrik roda dua dan solusi transportasi berkelanjutan. Untuk mendorong adopsi EV, ALVA telah membuka experience center di berbagai kota besar, seperti Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Produk ALVA juga telah memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan mengantongi sertifikasi ISO 9001 serta ISO 14001.

Terbaru, emiten lainnya yaitu TRON juga melakukan diversifikasi bisnis dengan masuk ke ekosistem kendaraan listrik. Perseroan menambah dua kegiatan usaha baru, yakni pengoperasian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) serta stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU).

Manajemen TRON menyatakan, langkah tersebut bertujuan memperluas portofolio bisnis, menangkap peluang pertumbuhan pasar, serta memperkuat sinergi dengan lini usaha perseroan di bidang teknologi transportasi dan inovasi digital. Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 18 Februari mendatang.

“Untuk memanfaatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, perseroan membutuhkan penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha utama,” tulis manajemen TRON dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (9/1). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri