Industri mobil listrik berbasis baterai tengah bersiap memasuki era baru, menggendong kewajiban mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60% mulai 2027 mendatang.
Berakhirnya sejumlah stimulus fiskal diperkirakan mendorong kenaikan harga mobil listrik hingga 100%. Kendati demikian, pemerintah tetap optimistis kontribusi penjualan kendaraan listrik akan naik.
Menurut laporan dari Energy Shift Institute, industri EV hanya bisa menyerap 1% produksi nikel Indonesia, lebih kecil dibandingkan dengan konsumsi sektor metalurgi yang bisa mencapai 60%.
PT Bosch Indonesia memulai pembangunan pabrik barunya yang dapat menyerap investasi hingga EUR 259 juta atau sekitar Rp 4,84 triliun di Cikarang, Jawa Barat.
VinFast menghadirkan battery subscription dengan garansi seumur hidup untuk baterai, termasuk perawatan, perbaikan, dan penggantian penuh jika kapasitas turun di bawah 70 persen.
Pasar mobil listrik dikabarkan menurun. Sejumlah merek ternama seperti BYD dan Hyundai ikut terdampak. Begini kondisi penjualan mobil listrik di Indonesia.
Pada Januari 2026, dua dari 18 produsen mobil listrik, PT VinFast Automobile Indonesia dan PT BYD Auto Indonesia, memulai operasi pabrik mereka di Indonesia.