RUPSLB BEI Baru Akan Digelar Juni 2026, Iman Rachman Mundur Lebih Cepat
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan digelar pada Juni 2026. Namun Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengundurkan diri lebih cepat.
Hal itu dia sampaikan kepada wartawan di media center Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1). Iman memilih untuk meninggalkan kursi bos pasar modal RI itu di kala pemerintah tengah mengebut demutualisasi BEI yang peraturannya akan rampung kuartal pertama 2026 ini.
Iman mengatakan, keputusan yang diambil menurutnya menjadi yang terbaik untuk padar modal. Ia berharap dengan pengunduran dirinya pasar modal menjadi lebih baik.
“Sebagai bentuk tanggung jawab apa yangg terjadi dua hari ini menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama BEI,” kata Iman.
Kinerja BEI dalam beberapa hari terakhir disorot terutama seusai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam hingga mengalami trading halt dalam dua hari beruntun. Pasar merespons negatif pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia pada Februari 2026.
Seiring dengan gonjang-ganjing di pasar modal hingga IHSG rontok dua hari beruntun, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lantas mengambil langkah cepat. Salah satunya yaitu OJK mulai berkantor di BEI hari ini untuk mengawasi reformasi bursa.
Selain itu, OJK juga segera menerbitkan peraturan terkait demutualisasi BEI yang akan tuntas pada triwulan pertama tahun ini. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.
“Kami bisa sampaikan juga kami memahami dalam diskusi dengan pemerintah bahwa pemerintah akan menerbitkan peraturan terkait demutualisasi bursa dalam kuartal pertama tahun ini,” ucap Mahendra di Gedung BEI, Jakarta, kamis (29/1).