Asing Akhiri Tren Jual Saham, Catat Net Buy Rp 654 Miliar di Tengah Tekanan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan tajam pada perdagangan Senin (2/2). IHSG ditutup turun 4,88% ke level 7.922,73. Namun di balik koreksi tajam tersebut, terdapat sinyal berbeda dari pergerakan investor asing.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing justru membukukan net buy Rp 654,83 miliar pada hari yang sama, setara US$38,98 juta. Aksi ini berbalik arah di banding trend jual asing yang terjadi pada pekan lalu. Meski begitu secara year to date (YTD) masih tercatat net sell Rp 9,22 triliun
“Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah 4 hari kemarin net sale dari foreign,” ujar Pejabat Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2).
Net buy asing di pasar saham terjadi ketika nilai transaksi harian mencapai Rp 29,12 triliun. Adapun volume perdagangan 48,09 miliar saham dan frekuensi transaksi 2,89 juta kali. IHSG sempat menyentuh level terendah 7.820, sebelum ditutup di atas level tersebut
Menurut Friderica, aksi net buy investor asing mengindikasikan bahwa sebagian investor global mulai melakukan akumulasi selektif di tengah tekanan harga, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.
“Jadi ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini tetapi saham-saham yang turun hari ini kebanyakan adalah dari saham-saham memang secara harganya sudah naiknya terlalu tingg," ujar Friderika.
Dari sisi nilai transaksi, saham perbankan dan blue chip masih menjadi magnet utama. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat nilai transaksi tertinggi sebesar Rp 2,90 triliun, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 2,83 triliun, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan transaksi Rp 1,60 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,28 triliun
Sejumlah saham tersebut juga tercatat sebagai top leaders IHSG pada hari perdagangan tersebut. BBCA, BBRI, hingga saham consumer seperti ICBP dan INDF memberikan kontribusi positif terhadap indeks, menahan tekanan pelemahan yang lebih dalam
DI sisi lain, masuknya dana asing terjadi di tengah pelemahan hampir seluruh indeks sektoral. Sektor basic materials turun paling dalam sebesar 10,74%, disusul energi -7,66%, consumer cyclicals -7,67%, dan teknologi -6,04%. Bahkan indeks saham berkapitalisasi kecil dan menengah (SMC Composite) terkoreksi hingga 6,59%
Sebaliknya, indeks berbasis kualitas dan dividen relatif lebih bertahan. IDX High Dividend hanya turun 0,85%, sementara IDX Quality30 terkoreksi 1,04%, menunjukkan pola defensif yang mulai dipilih investor. Meski mencatat net buy harian, posisi asing secara kumulatif masih mencerminkan sikap berhati-hati.