IHSG Diproyeksi Naik, Analis Rekomendasikan Saham ASII, PANI, TINS hingga ICBP

Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan mencapai 50,39 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,94 juta kali.
4/2/2026, 06.27 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksi naik pada perdagangan hari ini, Rabu (4/2).  Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik 5,25%

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan IHSG kini disertai dengan munculnya volume pembelian. Sebelumnnya IHSG ditutup melonjak 2,52% ke 8.122 pada Selasa (3/2) kemarin. Secara teknikal, ia juga menyebut posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [x] sehingga masih terdapat peluang penguatan untuk menguji ke 8.199–8.527.

“Namun demikian cermati area koreksi yang berada di 7.968–8.066,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (4/2). MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.854 dan 7.654. Sementara resistance terdekat berada di 8.181 dan 8.318.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT Timah Tbk (TINS) akumulasi beli di rentang Rp 3.030–Rp 3.180 dengan target harga di Rp 3.300–Rp 3.610, sementara level stoploss di bawah Rp 3.000. 

Kemudian PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) buy on weakness di Rp 8.350–8.800 dengan target ke Rp 9.850–11.175, dan stoploss jika ke Rp 8.200. Lalu PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 8.350–Rp 8.900 dengan target harga di Rp 9.375–Rp 9.700, serta stoploss di bawah Rp 8.600. 

Sementara itu Phintraco Sekuritas mengatakan rebound IHSG didorong oleh penguatan indeks bursa Asia, pemulihan harga komoditas, serta meningkatnya harapan terhadap pemulihan pasar modal Indonesia.

Hal itu seiring dengan rencana langkah-langkah reformasi, pertemuan otoritas dengan MSCI, dan aksi bargain hunting pada saham-saham yang dinilai sudah relatif murah. Seluruh sektor terpantau menguat dengan kenaikan terbesar terjadi pada sektor basic materials.

Di samping itu rupiah ditutup menguat di level Rp16.754 per dolar AS di pasar spot pada Selasa (3/2). Secara teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG membentuk pola golden cross di area oversold. IHSG juga sempat menembus level MA200 sebelum akhirnya ditutup bertahan di atas MA200 serta kembali berada di atas level psikologis 8.000.

“Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi berkonsolidasi di kisaran 7.950-8.400,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (4/2). 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila